Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 102
Ayub menyatakan hukum globalisasi sudah berlaku dalam penyediaan jasa tenaga
kerja, yakni siapa yang berkualitas, sistem yang efisien dan transparan yang akan
dipakai pengguna (user). "Kita tidak bisa lagi akal-akalan (tricky), mengirim pekerja
tidak berpendidikan, tidak trampil (unskill), tidak sehat (unfit), dengan sistem yang
rumit dan tidak transparan," ujar Ayub.
Pengusaha yang sudah berkecimpung dalam penempatan tenaga kerja Indonesia
selama 30 tahun lebih itu mengatakan bahwa Indonesia harus melakukan
pembenahan ke dalam, dimulai dari pelaku (pengusaha), tenaga kerja, pemerintah
dengan perangkat hukumnya dan sistem yang transparan.
Dia memahami pernyataan keras Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana yang
mengancam akan menutup sementara (moratorium) penempatan ke Malaysia
karena masih terjadi pemotongan gaji PMI 3-6 bulan dan fee yang dibayar majikan
terlalu besar, lalu PMI masih kabur.
Rusdi mengatakan biaya penempatan terlalu besar sehingga sebagian menjadi
beban PMI melalui pemotongan gaji yang dinilainya tidak manusiawi. "Ayo, Apjati
jika bisa memecahkan masalah ini saya akan dukung 100 persen. Saya akan berdiri
di depan meyakinkan pemerintah Kerajaan Malaysia bahwa pekerja Indonesia masih
yang terbaik." Tidak hanya itu, Rusdi juga akan meyakini pemerintah Indonesia
untuk mendukung penempatan PMI ke Malaysia. Data menyebutkan total devisa
(remitensi) yang tahun 2018 mencapai Rp153 triliun lebih dan 45% lebih masih dari
Timur Tengah.
Ayub menyatakan potensi ini harus dikelola dengan baik. Apjati memperkenal
apjatigo.my untuk penempatan ke Malaysia yang menjadi semuanya tertata dalam
satu pintu. Aplikasi ini akan memangkas biaya tidak perlu karena ramah pada sistem
yang diberlakukan Pemerintah Kerajaan Malaysia.
"Kita mengedepankan kualitas melalui sistem pelatihan (kompetensi dan sertifikasi),
pemeriksaan kesehatan, dan terbuka," ujar Ayub.
Sistem ini juga yang akan diberlakukan pada penempatan lain, baik di Asia Pasifik
maupun Timur Tengah. Apjati sudah melakukan pembicaraan dengan mitranya di
luar negeri dan Ayub berharap dukungan pemerintah untuk mewujudkan enam
program presiden ke depan yang mendorong penempatan berkualitas,
berkembangnya pemasaran (market place) yang berorientasi ekspor dan
menumbuhkan kewirausahawan.
Page 101 of 104.

