Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 99
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardiman dalam kegiatan
Penguatan Kerja sama Pelatihan dan Sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI) Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara dalam rangka Perlindungan
Lapisan Ozon di Jakarta, Rabu, mengatakan dalam rangka mencapai target
penghapusan konsumsi Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) di 2020 sebesar 37,5
persen dari angka baseline atau 151,47 ODP ton, pemerintah telah menyusun
program pengurangan konsumsi HCFC-22 di sektor pemeliharaan dan perbaikan
mesin refrigerasi dan tata udara.
Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi HCFC-22 menurut dia dengan
melakukan praktik kegiatan pemeliharaan dan perbaikan mesin pendingin yang baik
dengan tidak membuang atau melepaskan refrigrant yang ada di dalam sistem
pendingin ke lingkungan atau udara.
Pada 2019 diperkirakan sebanyak 20 juta unit AC residential telah terpasang di
rumah tangga dan jumlah ini akan semakin meningkat di masa depan. Sementara
itu, semakin banyak jenis bahan pendingin yang diproduksi sebagai alternatif
pengganti HCFC-22 yang diketahui dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon.
Selain itu, kebanyakan alternatif bahan pendingin pengganti memiliki karakteristik
yang bersifat mudah terbakar, bertekanan tinggi dan beracun. Karenanya, untuk
penanganan mesin pendingin yang tepat diperlukan teknisi yang kompeten mulai
dari proses pemasangan hingga perawatan sesuai dengan karakteristik yang bersifat
refrigerannya.
Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 41 Tahun
2019 tentang Penetapan SKKNI Kategori Konstruksi Golongan Pokok Konstruksi
Khusus pada Jabatan Kerja Teknisi Refigerasi dan Tata Udara. Standar ini disusun
sebagai acuan dalam penguatan kompetensi teknisi di bidang RAC, berisi 27 unit
kompetensi mengenai praktek pemasangan hingga perawatan peralatan RAC
dengan tepat.
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Bambang
Satrio Lelono mengatakan inisiasi kerja sama ini untuk merespon permasalahan
seputar perubahan iklim yang secara nyata telah mengancam peri kehidupan
manusia.
"Isu terkait perubahan iklim telah lama kita ketahui bersama, berbagai langkah telah
dilakukan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan guna meningkatkan
awareness masyarakat demi menjaga keberlangsungan lingkungan hidup manusia,"
ujar dia.
Page 98 of 104.

