Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 94

bidang tata udara dan refrigerasi; penyelenggaraan pelatihan bagi instruktur
               (training of trainer); serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi
               kerja di bidang tata udara dan refrigerasi.

               "Meski tidak semua dari 305 BLK memiliki kejuruan teknis pendingin, tapi kami siap
               melaksanakan pelatihan dan mencetak teknisi-teknisi teknik pendingin dan tata
               udara agar kebutuhan 100 ribu bisa kita dipenuhi," katanya.

               Dirjen Bambang menegaskan, penguatan kerja sama antara Kemnaker dan KLKH

               sejalan dengan diterapkannya SKKNI Nomor 41 Tahun 2019 tentang Penetapan
               Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kategori konstruksi golongan
               pokok konstruksi khusus pada jabatan kerja teknisi refrigerasi dan tata udara
               bertujuan agar teknisi di Indonesia memiliki kompetensi memadai dalam menangani
               peralatan refrigerasi (RAC).

               "Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja kompeten dan unggul di
               bidangnya dan terciptanya teknisi RAC yang kompeten akan mendorong penguatan
               daya saing tenaga kerja Indonesia, " katanya.

               Dirjen Bambang menambahkan, kerja sama dengan KLKH membuka peluang kerja
               sangat besar. Melalui 21 BLK UPTP dan 284 BLK UPTD terus melakukan
               pengembangan program pelatihan disesuaikan kebutuhan industri serta perubahan
               global, termasuk melatih instruktur dalam jumlah banyak.


               "Mudah-mudahan dengan pelatihan instruktur dan nanti dilanjutkan pelatihan teknisi
               RAC, kebutuhan tenaga teknisi refrigerasi di Indonesia dalam waktu dekat dapat
               terpenuhi. Kami ingin pelatihan refrigerasi ada di seluruh wilayah Indonesia,"
               katanya.

               Bambang Satrio menegaskan, penguatan kerja sama antara Kemnaker dan KLKH
               dan diterapkannya SKKNI Nomor 41 Tahun 2019 bertujuan agar teknisi di Indonesia
               memiliki kompetensi memadai dalam menangani peralatan RAC.


               "Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja kompeten dan unggul di
               bidangnya dan terciptanya teknisi RAC yang kompeten akan mendorong penguatan
               daya saing tenaga kerja Indonesia, " katanya.

               Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Ruanda Agung Sugardiman
               mengungkapkan, semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki peralatan
               AC maupun refrigerasi (RAC). Diperkirakan tahun 2019 ada 20 juta unit AC
               residensial terpasang di rumah. Kebutuhan peralatan pendingin akan semakin



                                                       Page 93 of 104.
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99