Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 64

"KPVN berperan secara strategis untuk mendorong peningkatan mutu SDM,
               peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui beberapa program,"
               ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema "Meningkatkan Daya Saing
               Nasional Melalui Pelatihan Vokasi" di Jakarta Selasa, 16 Juli 2019.

               Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia/Ketua Komite
               Pelatihan Vokasi Nasional Anton J Supit, Wakil Ketua KPVN Harijanto, Direktur
               Jenderal Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, ekonom senior Raden
               Pardede, Pembina KPVN Prof Tadjuddin Noor Effendy, Direktur UNI Global Union

               Asia Pasifik Kun Wardhana, dan Wakil Ketua KPVN Bob Azzam Dirjen Bambang
               menjelaskan tahun ini ada pilot project yang dilakukan di antaranya pelatihan untuk
               20 ribu tenaga kerja terkena PHK dengan menggunakan dana operasional BPJS
               Ketenagakerjaan. Peserta adalah anggota BPJS TK yang terkena PHK dan pelatihan
               dapat dilakukan di BLK, LPK swasta atau Training Center Industri yang bekerjasama
               dengan BPJSKetenagakerjaan.

               Dirjen Bambang juga menjelaskan,grand design pelatihan vokasi nasional sudah ada
               sejak tahun lalu, dan sudah 90 persen, serta akan menjadi dasar pelatihan vokasi di
               Indonesia. "Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan kepada semua pihak
               bahwa Kementerian Ketenagakerjaan akan menjadi koordinator pelatihan vokasi
               nasional," ungkapnya.

               Dalam kesempatan sama, Ketua KPVN Anton J. Supit mengatakan, kompetensi dan

               produktivitas angkatan kerja merupakan kunci kesuksesan pembangunan ekonomi
               suatu bangsa. Oleh karena itu, dia menambahkan pembangunan sistem vokasi yang
               fokus pada 70 persen praktik kerja lapangan dan 30 persen teori sesuai kebutuhan
               pasar kerja.

               "Pasar kerja semakin dinamis dalam era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Kolaborasi
               menjadi kunci dalam menyiapkan sistem vokasi yang adaptif terhadap
               perkembangan kebutuhan pasar kerja," ujar Anton, yang juga yang juga Wakil
               Ketua Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial.


               Pembicara lain dalam FGD tersebut, yakni Dr. Kun Wardana Abyoto, Direktur UNI
               Global Union Asia Pasifik menuturkan,Serikat Pekerja (SP) perlu berperan aktif
               dalam Komite Pelatihan Vokasi Daerah (KPVD) agar dapat terlibat langsung dalam
               perencanaan dan pembangunan infrastruktur dan ekosistem pelatihan vokasi di
               setiap daerah.

               Pada perusahaan, lanjutnya, perlu pembentukan Company Training Committee yang
               beranggotakan manajemen perusahaan dan SP. Komite ini bertujuan membahas



                                                       Page 63 of 104.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69