Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 JULI 2019
P. 65
mengenai perencanaan SDM di tingkat perusahaan, membahas roadmap
transformasi perusahaan dan monitor, serta evaluasi hasil implementasi pelatihan
vokasi di tingkat perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama ekonom senior Raden Pardede menyebutkan bahwa
kesempatan Indonesia hanya 15 tahun untuk menikmati bonus demografi.
"Waktu kita menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menjadi tenaga kerja
berkualitas tinggi atau premium tinggal sedikit. Jika tidak segera melakukannya dari
sekarang, kita akan sulit keluar dari middle income trapdan Indonesia nantinya akan
jadi negara yang tua dan miskin," jelasnya.
Sementara itu, Prof. Tadjuddin Nur Effendi, Pengamat Sosial dari Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta menyatakan, perubahan tenagas kerja dan pekerjaan masa depan
di Indonesia perlu menelaah 3 sektor usaha, yakni pekerjaan di bidang teknologi
informasi, manufakturing, dan usaha penjualan dan perdagangan.
Dia mengatakan, kuncinya adalah pembangunan tenaga kerja di Indonesia dan
pemerintah sudah melakukan kebijakan-kebijakan yang melibatkan dunia industri
agar program-program yang ada sesuai dengan kebutuhan.
"Hal ini sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu dan buktinya penyerapan lulusan BLK
meningkat. Selain itu, pemerintah juga sudah melakukan peningkatan kualitas
instruktur dan sarana pelatihan," paparnya.
Menurut Harijanto, Wakil Ketua KPVN menyatakan,saat ini sangat dibutuhkan
landasan untuk membangun vokasi dengan ekosistem yang mantap. Kondisi saat
ini, lanjutnya, industri garmen atau sepatu saja kesulitan untuk mencari tenaga
kerja menjahit.
"Pengusaha itu inginnya kemudahan investasi dan dibarengi dengan mencari
pekerja terampil. Jadi, iklim investasi dan pelatihan vokasi menyiapkan pekerja
terampil itu sangat penting," ujarnya.
(*).
Page 64 of 104.

