Page 62 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2020
P. 62

Title          TOLAK OMNIBUS LAW, INI 6 TUNTUTAN AKSI #GEJAYANMEMANGGILLAGI
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      09 Maret 2020
                              https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/4931211/tolak-omnibus-law-in i-6-tuntutan-
               Page/URL
                              aksi-gejayanmemanggillagi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               Sleman - Ada enam tuntutan utama yang menjadi dasar dalam aksi #
               GejayanMemanggilLagi di simpang tiga Gejayan , Kabupaten Sleman , Daerah
               Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini. Yang paling utama yakni menolak RUU Cipta
               Kerja atau Omnibus Law yang dianggap sangat merugikan.

               Humas Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Kontra Tirano menjelaskan Omnibus Law
               adalah produk hukum yang familiar di negara dengan tata hukum Anglo-Amerika.
               Tujuannya untuk melakukan "sapu bersih" atas masalah-masalah yang timbul.

               "Dalih yang sama kemudian digunakan Rezim hari ini untuk melakukan pintasan
               atas masalah-masalah yang ada," kata Kontra saat ditemui di lokasi aksi
               #GejayanMemanggilLagi di simpang tiga Gejayan, Sleman , Senin (9/3/2020).

               Kontra menjelaskan secara garis besar tak kurang ada enam hal yang menjadi
               implikasi negatif Omnibus Law .

               "Penerapan RUU itu di kemudian hari disebut akan merampas hak-hak dasar warga
               negara dan ruang hidup fisik atau non-fisik yang ada di Indonesia," kata Kontra.

               Salah seorang anggota Tim Pengkaji ARB, Feri menambahkan dalam RUU Cipta
               Kerja ada beberapa hal yang krusial. Salah satunya tentang upah di pasal 88b.
               Ketentuan itu merugikan bagi kaum buruh yang diupah berdasarkan lama waktu
               kerja.

               "Tentang upah ditentukan satuan waktu. Artinya ketika upah ditentukan satuan
               waktu, artinya ada potensi upah dibayarkan per jam. Ruginya bagi buruh, ketika
               produksi menurun maka buruh bisa saja cuma mendapat 4-5 jam itu akan jelas
               menekan daya beli masyarakat yang mayoritas buruh," kata Feri.

               Kedua, lanjut Feri, yakni masalah PHK. Menurutnya mekanismenya tidak seperti
               dulu lagi, Serikat Buruh tidak dilibatkan dalam PHK.

               "Kalau dulu ada mekanisme phPHK, PKWT, dan lain sebagainya. Ada keterlibatan
               Serikat Buruh dalam PHK. Tapi dalam RUU Cipta Kerja, Serikat Buruh dihilangkan,"
               jelasnya.



                                                       Page 61 of 145.
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67