Page 133 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 SEPTEMBER 2021
P. 133

Dikatakan, Peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan mempunyai ketrampilan yang semakin
              meningkat  yang  nantinya  akan  difasilitasi  oleh  Pemerintah  melalui  Nakertrans  dengan
              memberikan peralatan, sehingga dapat membuka usahanya secara mandiri dan kedepan akan
              mendatangkan pendapatan dari penghasilan sendiri.

              "Pada hari ini telah dibuka Diklat, peningkatan kompetensi yang diikuti oleh para pekerja yang
              terkena  dampak  akibat  pandemi  covid-19,  diharapkan  saudara-saudari  kita  yang  mengikuti
              pelatihan mempunyai keterampilan yang semakin meningkat, dan dapat membuka usaha sendiri
              melalui ilmu dan peralatan yang diperoleh selama pelatihan, dan kedepan tidak saja pekerja dari
              5  Kecamatan  tetapi  bisa  tersebar  di  12  kecamatan  dan  69  desa  yang  ada  di  Kabupaten
              Belu,"Ungkapnya.

              Sementara,  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  -  Laurensius  Kiik  Nahak
              menjelaskan, pekerja yang mengikuti pelatihan merupakan pekerja yang di PHK dan tempat
              usahanya ditutup, karenq sejak adanya pandemi covid-19 banyak tempat usaha di Belu yang
              harus ditutup sehingga memberi dampak bagi para pekerja, karenanya Nakertrans memberikan
              pelatihan  dengan  tiga  jenis  peltihan  yang  tidak  membutuhkan  anggaran  yang  besar  namun
              berdampak langsung bagi para pekerja.

              Lanjutnya, Jangka waktu Pelatihan untuk menjahit selama satu bulan, perbengkelan dan salon
              pria berlangsung selama 14 hari, dan pelatihan tersebut menjadiodal unutk para pekerja agar
              kedepan tidak ada lagi pandemi melalui kerjasama Pemda Belu dengan 5 Balai Besar di luar NTT
              yakni Bandung, Jawa Tengah, Bekasi, Tangerang dan Medan para pekerja dapat melanjutkan
              pelatihannya.

              "Peserta yang ikut dipilih di tingkat kecamatan yang terdampak PHK akibat Covid-19, karena ada
              beberapa  usaha  kecil  yang  ditutup  sehingga  Pemerintah  Daerah  mengadakan  3  kegiatan
              pelatihan,  karena  tidak  memiliki  pembiayaan  yang  besar  sehingga  bisa  dikembangkan.
              Contohnya salon pria yang dibutuhkan adalah Gunting, kursi, kaca/cermin, bangku. Sehingga
              dana  yang  dibutuhkan  cukup  Rp  1.000.000  bisa  diberikan.  Bengkel  Motor  yang  dibutuhkan
              adalah kunci, Viber yang 1.000 liter, peralatan cuci, sementara menjahit yang dibutuhkan adalah
              mesin  jahit,  benang.  Maka  itu  3  kegiatan  ini  menjadi  pilihan  Pemda  melalui  Dinas
              Nakertrans,"Jelasnya.

              Untuk diketahui 100 orang peserta yang mengikutii pelatihan terdiri dari, pelatihan perbengkelan
              40 orang, menjahit 20 orang barber shop 40 orang, dari Kecamatan Raihat Nanaet Duabesi,
              Kakuluk Mesak, Atambua Barat dan Atambua Selatan.


























                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138