Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2019
P. 83
Title DUBES BUKA-BUKAAN SOAL SERBUAN TKA CHINA DI RI
Media Name detik.com
Pub. Date 14 Desember 2019
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4822702/dubes-buka-buk aan-soal-
Page/URL
serbuan-tka-china-di-ri
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Seiring dengan masuknya investasi China, ternyata ada juga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal
negeri Tirai Bambu. Hal ini pun sering menjadi bahan perdebatan dengan isu Indonesia
diserbu TKA China.
Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengakui bahwa seiring dengan kerja sama
Indonesia dengan China terus berkembang, memang ada sejumlah teknisi, tenaga ahli dan
terampil datang ke Indonesia. Menurutnya itu adalah hal yang wajar.
"Berdasarkan statistik dari instansi bersangkutan pemerintah Indonesia pada saat ini tenaga
kerja yang bekerja di Indonesia kira-kira 20-an ribu orang," tuturnya saat berbincang
dengan detikcom .
Namun, Xiao menekankan bahwa yang masuk ke Indonesia bukan hanya TKA China. Ada
ribuan perusahaan asing yang juga membawa TKA. Dia menilai jumlah TKA China di
Indonesia tidak terlalu besar. Angkanya masih belum sebanding dengan nilai investasi yang
ditanamkan China ke Indonesia.
"Pada tahun kemarin, volume perdagangan kedua negara mencapai US$ 77,4 miliar dan
investasi China ke Indonesia telah melebihi US$ 3 miliar, meliputi banyak program.
Ketimbang volume perdagangan dan nilai investasi yang begitu besar, jumlah tenaga kerja
belum termasuk banyak," tuturnya.
Xiao melanjutkan, jika dilihat secara spesifik, dalam satu proyek jumlah tenaga kerja asal
China tidak akan melebihi seperempat dari jumlah tenaga kerja Indonesia.
"Kalau kita lihat tenaga kerja asal China, kebanyakan mereka adalah engineer senior dan
tenaga ahli, masih ada sebagian skilled worker. Mereka sangat diperlukan untuk
mengoperasikan mesin-mesin spesial guna memastikan mesin-mesin itu dapat berjalan
normal dan pelaksanaan proyek-proyek tersebut selalu aman," tambahnya.
Sementara jika proyek itu sudah mengalami kemajuan, tenaga kerja asal China makin
berkurang. Sedangkan pekerja lokal terus meningkat karena biaya untuk memperkerjakan
tenaga kerja asal China lebih tinggi daripada tenaga kerja Indonesia lokal.
Selain itu, lanjut Xiao, datangnya perusahaan asal China banyak menciptakan lapangan
kerja. Misalnya Huawei dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang menurutnya telah
memperkerjakan lebih dari 10 ribu orang.
"Saya ambil satu contoh lagi, misalnya Bank of China di Indonesia. Pekerja China di sini
hanya sekitar 10 orang saja tapi tenaga lokal mencapai 2.000 lebih," tutupnya. (das/ara)
Page 82 of 176.

