Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 107
BKKBN RI dalam melayani pekerja migran Indonesia di Sarawak. "Jumlah mereka
tersebar di Sarawak, di ladang-ladang perkebunan yang sangat luas," ujar Kusmana.
Program layanan bagi pekerja migran Indonesia tersebut juga hasil audiensi IPKB
Provinsi Kalbar dengan Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo pada Senin (13/1) di
Jakarta.
Saat audiensi, IPKB Provinsi Kalbar yang memaparkan kondisi pekerja migran
Indonesia di Sarawak yang butuh kehadiran negara di dalam program
Kependudukan, KB dan Perencanaan Keluarga (KKBPK) yang langsung
ditindaklanjuti Hasto Wardoyo.
"Sekaligus pula, ini bentuk kehadiran negara dimanapun warga Indonesia berada, di
dalam atau di luar negeri," ujar Kusmana.
Dari kunjungan tersebut, akan diidentifikasi tindak lanjut pelaksanaan program serta
hal-hal teknis lain mengingat lokasi pelayanan di wilayah Malaysia.
Kasubdit Kualitas Pelayanan KB Jalur Swasta BKKBN Pusat, dr Nia Reviani MAPS
mengaku terharu saat melihat antusias para pekerja migran Indonesia di
perkebunan Semunjan."Ternyata mereka sangat antusias, dan ini anak bangsa kita
yang berada di pelosok negara lain," kata Nia Reviani.
Menurut Nia Reviani, ke depan tidak hanya pelayanan di bidang KKBPK saja, namun
akan semakin luas dan mencakup banyak hal. "Kalau tidak sinergis, dan komitmen
penuh semua pihak terkait, mereka akan terus terabaikan," ujar dia.
Ia juga bersyukur sikap perusahaan perkebunan di Semunjan yang memahami
bahwa masalah-masalah seputar KKBPK langsung atau tidak akan memberi dampak
ke mereka.
"Karena pekerja mingran Indonesia ini, harus diakui sangat mendukung kinerja
perusahaan tempat mereka bekerja. Bayangkan kalau para pekerja itu sakit, atau
mengalami gangguan kesehatan berkaitan dengan reproduksi, atau harus mengurus
anak yang banyak, maka pekerjaan utama di perkebunan tidak akan optimal," kata
dia menegaskan.
Sehingga, lanjut dia, dibutuhkan strategi jangka pendek dan panjang agar
pelayanan ke pekerja migran Indonesia tidak terputus.
Konjen RI di Kuching Yonny Triprayitno mengungkapkan ada sekitar 130an ribu
pekerja migran Indonesia di Sarawak. "Mereka tersebar di seluruh Sarawak," kata
dia.
General Manajer Tradewinds Plant Berhard Burhan menyambut baik rencana
pelayanan bagi pekerja Indonesia di areal perkebunan. Ada 522 pekerja migran
Indonesia yang ada di perusahaan perkebunan tersebut.
Page 106 of 186.

