Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 112

Cilaka "tidak beralasan", akan tetapi tak segera mengklarifikasi karena tidak ada
               waktu luang di tengah kejaran target merampungkan RUU Cilaka.

               Setelah pemerintah bicara, giliran perwakilan serikat yang diberikan waktu
               memberikan tanggapan. Suara mereka satu: RUU Cilaka hanya menguntungkan
               pengusaha. "Penjelasan kami ini hanya sekadar ditampung," katanya.

               Tak lama kemudian, Susiwijono izin pamit "dengan alasan pimpinannya memanggil".

               Saat itulah Ilhamsyah geram, juga beberapa buruh lain. Ia tak habis pikir sikap
               pemerintah yang mengundang sosialisasi, tapi malah pergi sebelum acara selesai.

               "Dan saya walk out.

               Ngapain lagi? Buat apa lagi? Kami ingin kasih pelajaran ke mereka. Jangan pandang
               remeh serikat buruh. Seakan-akan kami akan manut saja dengan sosialisasi dan
               pergi gitu aja. Dia enggak menghargai sama sekali forum itu," katanya.

               Pertemuan tersebut hanya berlangsung satu jam "dan kebanyakan mereka yang
               presentasi." Ditarik ke belakang, sebelum acara ini pun sikap pemerintah relatif
               tertutup terhadap pembahasan RUU Cilaka, yang sebenarnya jika sudah disahkan
               sangat memengaruhi hidup buruh seluruh Indonesia. Ilhamsyah mengatakan saat
               ini pemerintah sudah punya draf, yang meski mungkin berubah-ubah setiap saat,
               "buruh tak pernah dilibatkan" dalam pembuatannya.

               "Mereka sembunyi-sembunyi. Draf itu akan membikin buruk sistem ketenagakerjaan
               di Indonesia," vonis Ilhamsyah.

               Karena itulah saat ini para buruh sepakat menolak RUU Cilaka--setidaknya, tak ada
               yang terang-terangan menyatakan setuju di media massa sebagaimana diklaim
               Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto. Mereka sudah beberapa
               kali turun ke jalan, termasuk ke DPR, menyuarakan penolakan ini.

               Para buruh menduga banyak hak-hak mereka yang diatur dalam UU 13 Nomor 2003
               tentang Ketenagakerjaan akan dihapuskan.

               Aspirasi Pemodal Jika ada yang diserap aspirasinya, itu tak lain adalah pemodal. Hal
               ini terlihat dari komposisi satuan tugas (satgas) bentukan Airlangga. Satgas
               beranggotakan 127 orang disebut-sebut untuk menginventarisasi masalah dan
               memberikan masukan terkait.

               Kelompok pengusaha dominan dalam satgas, selain pemerintah dan akademisi,
               berdasarkan pendataan tim riset Tirto . Satgas ini dikepalai Ketua Umum Kamar
               Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Airlangga menjabat
               pengarah.

               Ada 16 pengurus Kadin nasional maupun daerah yang jadi anggota satgas. Selain



                                                      Page 111 of 186.
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117