Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 FEBRUARI 2020
P. 38

Title          BURUH ANCAM MOGOK MASSAL JIKA TERDAPAT UNSUR MERUGIKAN DALAM RUU CIPTA
                              LAPANGAN KERJA
               Media Name     tribunnews.com
               Pub. Date      02 Februari 2020
               Page/URL       https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/02/buruh-ancam-mogok-massa l-jika-
                              terdapat-unsur-merugikan-dalam-ruu-cipta-lapangan-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative

               BURUH ANCAM MOGOK MASSAL JIKA TERDAPAT UNSUR
               MERUGIKAN DALAM RUU CIPTA LAPANGAN KERJA


               JAKARTA  - Presiden  Konfederasi Serikat Pekerja Nasional  ,  Ristadi  mengatakan
               elemen buruh bakal melakukan mogok massal.


                Buruh akan mogok massal jika Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan draf
               omnibus law  RUU Cipta Lapangan Kerja  .


                Ristadi mengatakan pihaknya bakal melakukan aksi jika terdapat unsur merugikan
               buruh dalam  RUU Cipta Lapangan Kerja  .

                "Kalau nanti diputuskan, diputuskan merugikan buruh kelihatannya, desakan untuk
               aksi pasti terjadi. Ya mogok massal," ucap  Ristadi  dalam sebuah acara diskusi di
               Jakarta, Sabtu (1/2/2020).

                Meski begitu,  Ristadi  meyakini draf  RUU Cipta Lapangan Kerja  belum final. Dia
               yakin pemerintah bakal melibatkan pihak buruh dalam pembahasan regulasi ini.

                "Ya mungkin benar juga yang khusus di klaster ketenagakerjaan itu ada 11 klaster.
               Mungkin yang 10 klaster sudah selesai, tapi yang satu klaster ini belum belum final
               karena belum ada kesepahaman dengan serikat pekerja," tutur  Ristadi  .

                Ristadi menilai sebaiknya omnibus law  RUU Cipta Lapangan Kerja  harus dikaji
               ulang secara komprehensif.

                Menurut Ristadi RUU Cipta Lapangan Kerja perlu dikaji kembali dengan melibatkan
               pengusaha, buruh, dan pemerintah.

                   "Situasi hari ini perlu dikaji ulang. Pemerintah punya masalah, pengusaha punya
               masalah, kami pun punya masalah," ucap  Ristadi  .

                Ristadi menyebut pemerintah saat kini memiliki masalah tingginya angka
               pengangguran. Investasi juga belum memiliki pertumbuhan yang baik.

                Di sisi pengusaha, biaya serta waktu izin investasi masih belum ada kepastian.
               Akibatnya, pengusaha kerap terbebani oleh ongkos produksi.


                "Persoalan pekerja hari ini masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakan
               kewajibannya. Ini persoalan tiga stakeholder," tutur  Ristadi  .








                                                       Page 37 of 186.
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43