Page 388 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 388
91 PEGAWAI TRANSPORTASI DI CILEGON DAPAT BSU, MENAKER:
ALHAMDULILLAH
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyaksikan pembukaan dan aktivasi rekening secara
kolektif bagi penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021 pada hari ini. Adapun penerima
BSU merupakan pekerja/buruh sektor jasa transportasi di PT Cilegon Raya Utama Motor, Cilegon,
Banten.
"Alhamdulillah, dari data jumlah pekerja sebanyak 91 orang di perusahaan ini, 58 orang di
antaranya telah menerima BSU. Dan hari ini saya menyaksikan langsung aktivasi pembukaan
rekening secara kolektif yang difasilitasi oleh Bank BRI," ungkap Ida dalam keterangan tertulis,
Jumat (17/9/2021).
Ia juga meminta perusahaan untuk terus berkoordinasi dengan Bank Himbara terkait pencairan
BSU bagi pekerja/buruh yang disalurkan melalui skema pembukaan rekening baru secara kolektif
(Burekol).
Ida menjelaskan, penyaluran BSU melalui skema Burekol diperuntukan bagi penerima yang
belum memiliki rekening pada Bank Himbara. Melalui skema itu, ia berharap, penyaluran BSU
lebih tepat sasaran.
"Kami berharap perusahaan yang pekerjanya telah terdaftar sebagai penerima BSU melalui
skema Burekol untuk segera berkoordinasi dengan Bank Himbara terkait aktivasi rekening baru
yang telah dibuatkan pemerintah," kata dia.
Lebih lanjut, Ida memaparkan, proses aktivasi rekening baru dilakukan di perusahaan ketika
pihak bank penyalur mendatangi masing-masing perusahaan untuk melakukan aktivasi rekening.
Sehingga, para pekerja/buruh yang telah ditetapkan menerima BSU tidak perlu datang ke bank
penyalur untuk melakukan aktivasi rekening secara mandiri.
"Jadi, kami harapkan aktivasi rekening baru ini tidak menyebabkan penumpukan orang di bank.
Hal ini sebagai bentuk ketaatan kita menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Ia menyebutkan bahwa jumlah penerima BSU tercatat sebanyak 214.308 pekerja/buruh khusus
wilayah Banten. Adapun lebih spesifik, per hari ini, jumlah penerima BSU di Kota Cilegon
sebanyak 13.120 pekerja/buruh.
"Saya berpesan baik kepada perusahaan maupun pekerja, seiring ditetapkannya penurunan level
PPKM wilayah Jawa-Bali menjadi level 3, agar jangan lengah, jangan terlalu euforia, dan tentu
mulai membiasakan menaati protokol kesehatan yang ketat, serta pentingnya mengikuti
vaksinasi," tuturnya.
387

