Page 408 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 408

Ida menyatakan bahwa jumlah pekerja informal lebih banyak dibanding pekerja formal (pekerja
              penerima  upah).  Namun,  kepesertaan  BPJS  Ketenagakerjaan  masih  didominasi  oleh  pekerja
              formal.

              Padahal, menurutnya, baik pekerja formal maupun informal, sama-sama memiliki risiko dalam
              bekerja.  Apalagi  dalam  kondisi  pandemi  yang  membuat  siapa  pun  seharusnya  perlu
              mendapatkan jaminan sosial.

              "Para pekerja seperti guru honorer, guru ngaji, marbot masjid, pengemudi ojek online, nelayan,
              petani,  mereka  semua  sangat  rentan  dalam  melakukan  pekerjaan.  Jadi  ini  penting  untuk
              pemerintah  daerah  memberikan  perlindungan  sosial  baik  ke  depannya,"  ungkap  Ida  dalam
              keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

              Dalam  kesempatan  itu,  Ida  turut  berdiskusi  dengan  salah  satu  keluarga  penerima  santunan
              sekaligus sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Mulyati, suami dari Syarifuddin.

              Janda satu anak ini menerima bantuan beasiswa pendidikan sampai lulus perguruan tinggi yang
              diperuntukkan bagi putrinya.

              Menurutnya,  dengan  membayar  iuran  program  mulai  Rp  16.800  per  bulan,  pekerja  akan
              mendapatkan  perlindungan  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  dengan  manfaat  berupa
              pengobatan tanpa biaya serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima ahli
              waris jika peserta meninggal dunia.

              "Jadi kalau ada yang meninggal, maka pendidikan anaknya ditanggung sampai perguruan tinggi.
              Kemudian yang di-cover tidak hanya 1 anak, tapi 2 anak. Itu salah satu cara kita melahirkan
              generasi-generasi baru yang masa depannya sudah kita pikirkan," ucapnya.









































                                                           407
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413