Page 426 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 426

Hal itu disampaikan Menaker Ida pada acara Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi
              Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sekaligus memberikan secara simbolis santunan kepada
              keluarga pekerja kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Cilegon, Banten, Jumat (17/9/2021).

              Menaker Ida menyatakan bahwa, jumlah pekerja informal jauh lebih banyak dibanding pekerja
              formal (pekerja penerima upah). Namun, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi
              oleh pekerja formal.

              Padahal,  menurutnya,  baik  pekerja  formal  maupun  informal,  keduanya  memiliki  risiko  kerja.
              Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini membuat siapa pun seharusnya merasa perlu untuk
              mendapatkan jaminan sosial.

              "Para pekerja seperti guru honorer, guru ngaji, marbot masjid, pengemudi ojek online, nelayan,
              petani,  mereka  semua  sangat  rentan  dalam  melakukan  pekerjaan,  jadi  ini  penting  untuk
              pemerintah daerah memberikan perlindungan sosial baik kedepannya," ujarnya.

              Pada  kesempatan  ini,  Menaker  Ida  turut  berdiskusi  dengan  salah  satu  keluarga  penerima
              santunan  sekaligus  sebagai  peserta  BPJS  Ketenagakerjaan  yakni  Ibu  Mulyati  suami  dari  Alm
              Syarifuddin  yang  telah meninggal  dunia.  Santunan  yang  diberikan  berupa  bantuan  beasiswa
              kepada Putrinya, berupa beasiswa pendidikan sampai lulus perguruan tinggi.

              Menurutnya,  dengan  membayar  iuran  program  mulai  Rp16.800  per  bulan,  pekerja  akan
              mendapatkan  perlindungan  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  yang  manfaatnya  berupa
              pengobatan tanpa batas biaya, serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima
              ahli waris jika peserta meninggal dunia berupa santunan uang tunai.

              "Jadi kalau ada yang meninggal maka pendidikan anaknya ditanggung sampai perguruan tinggi.
              Kemudian yang di-cover tidak hanya satu anak, tapi dua anak. Itu salah satu cara kita melahirkan
              generasi-generasi baru yang masa depannya sudah kita pikirkan," ucapnya. CM (srf).







































                                                           425
   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431