Page 430 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 430

Hal itu disampaikan Menaker Ida pada acara Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bagi
              Pekerja Bukan Penerima Upah sekaligus memberikan secara simbolis santunan kepada keluarga
              pekerja kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Cilegon, Banten, Jumat (17/9).

              Menaker Ida menyatakan bahwa jumlah pekerja informal jauh lebih banyak dibanding pekerja
              formal (pekerja penerima upah). Namun, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi
              oleh pekerja formal.

              Padahal,  menurutnya,  baik  pekerja  formal  maupun  informal,  keduanya  memiliki  risiko  kerja.
              Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini membuat siapa pun seharusnya merasa perlu untuk
              mendapatkan jaminan sosial.

              "Para pekerja seperti guru honorer, guru ngaji, marbot masjid, pengemudi ojek online, nelayan,
              petani,  mereka  semua  sangat  rentan  dalam  melakukan  pekerjaan,  jadi  ini  penting  untuk
              pemerintah daerah memberikan pelindungan sosial baik ke depannya," ungkap Menaker Ida.

              (c)2021 Pada kesempatan ini, Menaker Ida turut berdiskusi dengan salah satu keluarga penerima
              santunan sekaligus sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yakni Ibu Mulyati suami dari Alm.
              Syarifuddin  yang  telah meninggal  dunia.  Santunan  yang  diberikan  berupa  bantuan  beasiswa
              kepada Putri Alm. Bapak Syarifudin, berupa beasiswa pendidikan sampai lulus perguruan tinggi.

              Menurutnya,  dengan  membayar  iuran  program  mulai  Rp16.800  per  bulan,  pekerja  akan
              mendapatkan  perlindungan  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  yang  manfaatnya  berupa
              pengobatan tanpa batas biaya, serta Jaminan Kematian (JKm) yang manfaatnya akan diterima
              ahli waris jika peserta meninggal dunia berupa santunan uang tunai.

              "Jadi kalau ada yang meninggal maka pendidikan anaknya ditanggung sampai perguruan tinggi.
              Kemudian yang di-cover tidak hanya 1 anak, tapi 2 anak. Itu salah satu cara kita melahirkan
              generasi-generasi baru yang masa depannya sudah kita pikirkan," ucapnya.

              [hhw].




































                                                           429
   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435