Page 480 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 480
Jepang dan Taiwan. Masih sedikit lembaga yang mau menerima magang di luar negeri, karena
itu kami yakin kendala ini bisa terselesaikan oleh BP2MI
Ringkasan
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali merangkul yayasan dan institusi
pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 untuk menyiapkan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) yang terampil dan profesional.
TEKEN KERJA SAMA DENGAN 6 YAYASAN DAN 5 INSTITUSI PENDIDIKAN, BP2MI:
AYO, TANGKAP PELUANG KERJA!
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali merangkul yayasan dan institusi
pendidikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 untuk menyiapkan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) yang terampil dan profesional.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Trans Luxury Bandung, pada Kamis (16/9/2021).
Sebanyak enam yayasan menandatangani Nota Kesepahaman, yaitu Yayasan LPPI Bandung,
Yayasan Perguruan Teknik Nasional, Yayasan Ganesha Guru Nusantara, Yayasan Widya Dharma
Santi, Yayasan Runata, dan Yayasan Amal Salam Pancasila.
Sedangkan lima institusi pendidikan menandatangani PKS, yaitu ITB STIKOM Bali, Sekolah Tinggi
Teknologi Bandung, Politeknik Nasional Denpasar, Politeknik Ganesha, dan STIE BIITM.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud
kolaborasi antara BP2MI dengan seluruh pihak untuk menangkap peluang kerja di luar negeri
bagi PMI.
"Saat ini banyak peluang kerja luar terbuka yang ada di depan mata kita, peluang kerja yang
tinggi ini sebagai efek domino pandemi Covid-19. Jika momen ini kita tangkap, maka dapat
menjadi solusi bagi masalah pengangguran di dalam negeri sekaligus dapat menjadi proses
recovery keuangan bangsa Indonesia.
Untuk itu kami mengambil langkah untuk menyiapkan PMI terampil profesional, salah satunya
dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan PKS dengan seluruh pihak," ungkap Benny
dalam sambutan dan arahannya.
Diungkapkan oleh Benny, bahwa peluang kerja ini banyak tersedia di Jepang, Korea, juga
Jerman.
Ketiga negara tersebut memiliki undang-undang perlindungan warga negara asing yang baik,
memiliki tingkat standar gaji yang tinggi sehingga menjamin keselamatan dan juga
kesejahteraan para PMI di sana.
"Rata-rata penempatan program G to G, yaitu ke Korea dari sebelum masa pandemi Covid-19
sebanyak 6.921 (2018) dan 6.201 (2019), sedangkan penempatan ke Jepang tahun lalu tercatat
641 PMI, penempatan ke Korea dan Jepang pada skema G to G ini, memiliki prospek yang luar
biasa, di mana untuk jabatan Perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) dan pada sektor-sektor
manufaktur, memiliki gaji yang cukup besar, yakni mencapai 22 juta sampai 30 juta, dengan
kontrak kerja sampai dengan 5 tahun. Ada juga kuota bagi PMI di Jepang sebanyak 70.0000.
Mari kita manfaatkan semua itu," lanjut Benny.
479

