Page 656 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 656
PENERIMA INSENTIF KARTU PRAKERJA TEMBUS 10,6 JUTA ORANG HINGGA
SEPTEMBER 2021
Pemerintah mencatat Program Kartu Prakerja telah menjangkau 10,6 juta penerima manfaat
sejak gelombang 1 dibuka pada 11 April 2020 hingga gelombang 20 pada 15 September 2021.
Jika dirincikan, total penerima manfaat Kartu Prakerja mencapai 5,5 juta peserta pada 2020 dan
5,1 juta penerima Kartu Prakerja pada 2021.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari
menyampaikan bahwa program tersebut telah memberikan dampak yang signifikan di tengah
situasi sulit akibat pandemi.
“Pada 16 September 2021, kami kembali membuka pendaftaran baru, yakni Gelombang 21
dengan kuota 754.929 orang,” katanya, Kamis (16/9/2021).
Denni menjelaskan, berdasarkan data Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, 89 persen
penerima Kartu Prakerja menganggur saat mereka mendaftar program ini.
Tidak hanya menganggur karena PHK, namun mereka yang juga baru lulus dari perguruan tinggi
dan sedang mencari kerja.
“Di sinilah Kartu Prakerja hadir memberi solusi tidak hanya untuk mereka yang terkena PHK
akibat pandemi, tapi menjadi program pengembangan kompetensi para pencari kerja dan juga
pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil,”
jelasnya.
Dia menambahkan, dari 135 juta jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini, 90 persen di
antaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat. Demikian juga profil 7 juta jumlah
pengangguran di Indonesia, 91 persen di antaranya belum pernah mengikuti pelatihan
bersertifikat.
kondisi tersebut menunjukkan terjadinya kegagalan pasar dalam menghasilkan tingkat pelatihan
kerja yang optimal. Karena itulah, Program Kartu Prakerja hadir untuk memberikan beasiswa
pelatihan meskipun, karena situasi pandemi, ada sifat semi-bansos yang diembannya.
“Program Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula top down menjadi
on demand. Selain itu, Prakerja menghidupkan pasar peningkatan keterampilan. Antar lembaga
pelatihan yang jumlahnya ratusan itu saling bersaing memberikan layanan dan harga terbaik
bagi konsumen,” katanya.
Berdasarkan hasil survei BP, sebanyak 91 persen peserta Kartu Prakerja mengatakan bahwa
keterampilan kerja mereka meningkat setelah mengikuti pelatihan.
“Hal ini selaras dengan evaluasi Manajemen Pelaksana dimana skor pre-test peserta meningkat
dari awalnya 59 menjadi 73 pada saat post-test,” tutur Denni.
655

