Page 668 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 SEPTEMBER 2021
P. 668
Dalam kunjungan kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah di Banten, Kamis
(16/9), Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto mengungkapkan
perseroan telah menyiapkan strategi agar penyaluran BSU dapat dilakukan secara cepat, tepat
dan akurat dengan tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data penerima bantuan.
“Berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Ketenagakerjaan, BRI melakukan pembukaan
rekening dan melakukan mapping atas dasar lokasi perusahaan para penerima BSU untuk
menentukan unit kerja operasional BRI yang terdekat. Untuk pekerja yang telah memiliki
rekening BRI yang aktif, dilakukan transfer langsung kepada rekening aktif pekerja tersebut,”
ujarnya.
Hingga pertengahan September 2021, BRI telah menyalurkan BSU senilai Rp 1,3 triliun kepada
lebih dari 1,3 juta penerima. BSU bagi Pekerja adalah bantuan subsidi upah yang diberikan
kepada pekerja yang memiliki upah tertentu, aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,
bekerja pada wilayah yang diperlakukan PPKM level 3 dan 4, serta diutamakan yang bekerja
pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, property & real estate,
perdagangan dan jasa, kecuali jasa Pendidikan dan Kesehatan.
Adapun nilai BSU yang diberikan untuk setiap pekerja sebesar Rp 1 juta per pekerja. Para pekerja
penerima BSU dapat langsung mencairkan bantuan tersebut melalui ATM atau mendatangi
kantor BRI terdekat untuk pengaktifan rekening BRI apabila sebelumnya belum memiliki
rekening BRI.
Sampai dengan akhir tahun 2021, Pemerintah menargetkan total penerima bantuan Program
Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebanyak 8,7 juta pekerja/buruh dengan total nilai Rp 8,7 Triliun
yang disalurkan melalui bank-bank HIMBARA. “Sejalan dengan strategi perseroan business follow
stimulus, BRI terus berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah menanggulangi dampak
pandemi COVID-19 pada masyarakat melalui berbagai penyaluran bantuan sosial,” pungkas
Agus. (Adv/balipost)
667

