Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 APRIL 2020
P. 99
"Saya berkali-kali bilang, tunjukkan ayo di mana. Enggak ada yang berani jelasin.
Dibilang di Morowali China semua, saya beberapa kali kirim orang, jumlah pegawai
China cuma 3.000 dari 45.000 pegawai di sana," ucapnya.
Lulusan AKABRI angkatan 1970 ini mengaku sedih karena berita-berita bohong yang
meresahkan masyarakat banyak beredar ketika semua pihak sedang sibuk berjuang
menangani pandemi COVID-19.
"Jadi saya sedih ada penyebaran berita-berita bohong begitu. Di mana
keimanannya? Apakah semua orang China itu berengsek? Ya enggak juga lah, orang
kita juga ada yang berengsek. Semua ada yang berengsek," tegas Luhut.
Sebelumnya diberitakan, Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja, Dita Indah Sari,
mengungkapkan bahwa 49 TKA China yang masuk ke Kendari pada pertengahan
Maret lalu tidak memiliki izin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga
Kerja Asing Kemnaker alias ilegal.
"Mereka hanya mengantongi visa kunjungan. Keberadaan warga negara asing di
lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi aturan. Oleh karena itu malam ini
mereka semua diperintahkan meninggalkan lokasi perusahaan," tulis Dita di akun
twitter pribadinya @Dita_Sari_ dikutip kumparan, Rabu (18/3).
Menurutnya, setelah meninggalkan lokasi perusahaan, mereka harus dikarantina
dengan benar. Tak hanya itu, dia menambahkan, perusahaan yang mempekerjakan
mereka akan disidik dengan ancaman pidana sesuai bunyi di UU 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 42 dan 43.
Sedangkan terkait pemulangan 49 tenaga kerja asing ilegal ke negara asalnya di
China, Ia mengatakan, tindakan deportasi merupakan wewenang imigrasi.
Page 98 of 219.

