Page 67 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 DESEMBER 2019
P. 67
Title MA'RUF AMIN MINTA DANA BPJS KETENAGAKERJAAN DIKELOLA DENGAN HATI-HATI
Media Name merdeka.com
Pub. Date 11 Desember 2019
https://www.merdeka.com/uang/maruf-amin-minta-dana-bpjs-ketenagakerjaa n-dikelola-
Page/URL
dengan-hati-hati.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara. Direktur
Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto melaporkan, hingga Oktober 2019 dana
kelola BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp413 triliun. Dia menjelaskan, Ma'ruf Amin
meminta agar dana tersebut dikelola dengan hati-hati, sehingga mampu
memberikan manfaat kepada para peserta.
"Dana kelola diinvestasikan di instrumen sesuai dengan ketentuan Peraturan
perundang-undangan, dan arahan bapak wapres agar dana para peserta ini
diinvestasikan dengan prinsip penuh kehati-hatian dengan risiko yang terkelola
namun dengan manfaat yang optimal kepada para peserta," kata Agus, Rabu
(11/12).
Selain itu, jumlah tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan mencapai 52
juta peserta, atau sudah 59 persen dari total populasi tenaga kerja yang eligible
(berhak). "Jadi yang terdaftar 52 juta, yang aktif terakhir datanya sebanyak 33 juta.
Tentu ini bergerak terus karena ada yang keluar masuk," imbuhnya.
Untuk itu, lanjut Agus, Ma'ruf Amin meminta agar BPJS Ketenagakerjaan bisa
menarik 41 persen pekerja yang belum terdaftar menjadi peserta. "Menjadi
tantangan ini para peserta ini harus mengiur, sementara masih banyak yang para
pekerja yang mengiur jaminan BPJS Ketenagakerjaan belum jadi prioritas," jelasnya.
Membuka Lapangan Kerja
Selain itu, Ma'ruf Amin juga meminta agar BPJS Ketenagakerjaan bisa menciptakan
lapangan pekerjaan. Dengan demikian, Agus akan bekerja sama dengan stakeholder
yang lain untuk bisa ikut berpartisipasi untuk membuka lapangan kerja.Seperti
memberikan pendidikan vokasi kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang terkena
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga bisa membangun kemampuan kerja
agar peserta tersebut bisa mendapat pekerjaan lain.
"Oleh karena itu kita ada program prisai, program ke agenan kita merekrut
masyarakat sebagai tenaga kerja. Jumlahnya memang belum banyak ada 6.000
agen yang mereka berikan fee. Hal tersebut juga menciptakan lapangan kerja,"
tandasnya.
Page 66 of 110.

