Page 143 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 143
Title KSPI MINTA PENGUSAHA YANG TERLAMBAT BAYAR THR DIKENAI DENDA
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 10 Mei 2020
https://nasional.kontan.co.id/news/kspi-minta-pengusaha-yang-terlambat -bayar-thr-
Page/URL
dikenai-denda
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli - JAKARTA . Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta agar pengusaha
yang terlambat membayarkan THR kepada buruh dikenai denda sebesar 5% dari
total THR yang harus dibayar, sejak berakhirnya batas waktu kewajiban Pengusaha
untuk membayar THR tersebut.
Namun pengenaan denda, tidak berarti menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk
tetap membayar THR kepada buruh. Ketentuan tersebut dijelaskan Said Iqbal
didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengupahan.
Dalam peraturan pemerintah tersebut juga diatur, THR wajib dibayarkan paling
lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.Berkaitan dengan hal tersebut di atas,
Said Iqbal menegaskan, bahwa surat edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
mengenai THR menyalahi ketentuan PP No 78 Tahun 2015.
"Aturannya sudah sangat jelas. Tidak boleh ditunda atau dicicil. Terlebih lagi tidak
dibayarkan 100%," tegas Said Iqbal dalam keterangan pers yang diterima
Kontan.co.id pada Minggu (10/5).
Lebih lanjut Said Iqbal menjelaskan, surat edaran semacam pengumuman, sehingga
tidak boleh bertentangan dengan ketentuan di atasnya. Dengan kata lain surat
edaran Menaker tersebut batal demi hukum dan harus diabaikan, karena
memperbolehkan THR dicicil.
Minggu depan KSPI berencana mengajukan gugatan KSPI terhadap surat edaran
Menaker ke PTUN Jakarta. Tak hanya itu, KSPI juga menyerukan kepada kaum
buruh untuk meminta agar perusahaan membayar THR secara penuh. Tidak ditunda
atau dicicil.
"Prinsipnya hak harus diberikan. Tidak boleh diotak-atik," tegas Said Iqbal..
Page 142 of 313.

