Page 211 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 211
penyebaran dan penularan COVID-19 ini benar-benar dapat terkendali dan bisa
menjamin tidak akan ada lagi penularan baru," katanya.
Lebih lanjut, MUI se-Indonesia meminta pemerintah terus konsisten dalam
menegakkan Pancasila serta senantiasa mengawal keutuhan bangsa.
TKA asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk
bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI Morosi, Kabupaten Konawe.
Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April
lalu.
Meski sudah adanya izin dari pemerintah pusat, kedatangan TKA China itu ditolak
oleh berbagai pihak. Salah satunya dari DPRD Sulawesi Tenggara, ramai-ramai para
pimpinan DPRD tidak sepakat dengan kedatangan TKA China di tengah pandemi
Corona.
Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh mengatakan kebijakan tersebut diambil
bukan karena anti-China, melainkan, antisipasi karena China merupakan negara
yang menjadi asal virus Corona. Dia menegaskan akan memimpin aksi penolakan
jika 500 TKA dipaksakan tetap datang ke Sultra.
"Jadi bukan karena anti-Tiongkok, tapi saat ini ada pandemi dan kita tahu asalnya
itu dari Wuhan jadi kita antisipasi. Saya pimpin langsung aksi jika dipaksa datang,"
kata Abdurrahman Saleh dalam rapat paripurna di gedung DPRD Sultra, Rabu
(29/4).
Setelah melakukan rapat paripurna atas penolakan terhadap kedatangan 500 TKA
China di Sulawesi Tenggara, kini DPRD Sultra juga mengirimkan surat kepada
Presiden Jokowi. Dalam surat tertanggal 30 April tersebut memuat empat poin
penting perihal penolakan.
Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, yang dimintai konfirmasi melalui pesan
WhatsApp, membenarkan perihal surat yang dikirimkan kepada Jokowi.
"Difaksimile, dikirim, dan ada yang antar, jadi semua sudah memenuhi untuk syarat,
termasuk Pak Ali Ngabalin minta di-WA, sejak kemarin sudah," tulisnya, Sabtu
(2/5/2020).
Sebagai wakil rakyat, ia pun berharap agar surat yang disampaikan tersebut setelah
melalui sidang paripurna dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk
menghentikan 500 TKA.
Dia berharap pemerintah pusat memaksimalkan pekerja lokal. Ia menilai penolakan
terhadap kedatangan 500 TKA dengan tujuan ke perusahaan pemurnian nikel, yakni
PT VDNI dan PT OSS, tidak tepat. Pasalnya, saat ini kita sedang dihadapkan oleh
wabah pandemi Corona, yang asalnya dari Wuhan, China.
Page 210 of 313.

