Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MEI 2020
P. 46

Title          KHOFIFAH: PERUSAHAAN WAJIB BERI THR KE PEKERJA AKTIF, DIRUMAHKAN DAN PROSES
                              PHK
               Media Name     merdeka.com
               Pub. Date      11 Mei 2020
                              https://www.merdeka.com/peristiwa/khofifah-perusahaan-wajib-beri-thr-k e-pekerja-
               Page/URL
                              aktif-dirumahkan-dan-proses-phk.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh perusahaan di
               Jawa Timur tidak lepas tangan terhadap kewajiban Tunjangan Hari Raya (THR)
               pada para buruh dan karyawan. Meski demikian, jika perusahaan tidak mampu
               membayar tepat waktu, maka diminta untuk mengedepankan proses dialog.

               "Perusahaan wajib hukumnya memberikan THR kepada seluruh pekerja/buruh yang
               masih aktif bekerja, dirumahkan, bahkan yang dalam proses PHK," ungkap Khofifah,
               Minggu (10/5).

               Khofifah menjelaskan, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu
               (PKWTT) atau pekerja tetap dan mengalami PHK terhitung sejak 30 hari sebelum
               hari raya keagamaan (PHK terhitung sejak 24 April 2020) berhak menerima THR.

               Sedangkan, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) namun
               hubungan kerjanya berakhir sebelum hari raya keagamaan maka tidak
               mendapatkan THR.

               Terkait besarannya, diterangkan Khofifah bahwa pekerja yang telah mempunyai
               masa kerja 12 bulan atau setahun secara terus menerus atau lebih, diberikan THR
               sebesar 1 bulan gaji. Sementara pekerja/buruh yang masa kerjanya kurang dari 12
               bulan, diberikan THR secara proporsional sesuai masa kerja. Perhitungannya, masa
               kerja dikali 1 bulan gaji, kemudian dibagi 12 (bulan).

               "THR sudah diatur dalam Permenaker No. 6/2016 dan harus dipatuhi seluruh
               perusahaan/industri. Sesuai aturan, wajib dibayarkan pengusaha paling lambat
               tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," imbuhnya.

               Jangan sampai, tambah Khofifah, perusahaan menggunakan alasan pandemi Covid-
               19 untuk tidak melaksanakan kewajibannya. Mengingat THR merupakan hak bagi
               setiap pekerja.

               Namun demikian, apabila perusahaan tidak mampu membayarkan THR secara tepat
               waktu, maka Pemprov Jatim mendorong agar dilakukan dialog terlebih dahulu agar
               mencapai kesepakatan dengan pekerjanya.





                                                       Page 45 of 313.
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51