Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2019
P. 128
Ari mengungkapkan, industri hulu migas merupakan industri yang berisiko tinggi,
padat modal dan padat teknologi, penuh dengan ketidakpastian, namun mempunyai
peluang keuntungan yang sangat besar. Indonesia telah menjadi importir minyak
sejak 2003, karena konsumsi atau kebutuhan lebih besar ketimbang produksi
nasional. Sementara konsumsi minyak nasional semakin meningkat dari waktu ke
waktu kini 1,6 juta barel per hari.
Impor migas untuk memenuhi kebutuhan akan membuat devisa negara defisit,
sedangkan cadangan di dalam negeri semakin menipis, maka sesuai dengan
tugasnya Pertamina harus mencari ladang migas baru guna memenuhi kebutuhan
nasional melalui investasi akuisisi blok migas di luar negeri. Ada dua jenis akuisisi,
pertama membeli saham perusahaan yang memiliki hak konsesi migas (Share) dan
embeli hak kelola (Participating Interest/PI) dalam suatu wilayah kerja. Tanpa
adanya investasi di sektor hulu migas akan berdampak pada ketergantungan kita
terhadap impor yang cenderung meningkat, seiring dengan pertumbuhan penduduk
dan pertumbuhan ekonomi.
"Demikian Petisi ini kami sampaikan, besar harapan kami bahwa Yang Mulia Majelis
Hakim berkenan mempertimbangkan hal-hal yang telah kami sampaikan di atas.
Sehingga dapat menjadikan suatu alasan yang tepat dan benar untuk membebaskan
Ibu Karen Agustiawan dari segala tuntutan semata-mata hanya demi penegakan
hukum yang berkeadilan," tandasnya.
Page 127 of 277.

