Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MARET 2020
P. 88
Title PAKAR SEBUT TKI DARI MALAYSIA HARUS TETAP JALANI KARANTINA MANDIRI
Media Name antaranews.com
Pub. Date 26 Maret 2020
https://www.antaranews.com/berita/1383602/pakar-sebut-tki-dari-malaysi a-harus-tetap-
Page/URL
jalani-karantina-mandiri
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Orang yang baru kembali dari luar negeri termasuk ribuan tenaga kerja
Indonesia (TKI) dari Malaysia lebih baik menjalani karantina mandiri selama 14 hari,
untuk mengurangi risiko penularan dan penyebaran penyakit COVID-19, kata
peneliti mikrobiologi Sugiyono Saputra.
"Jika melihat kondisi sekarang lebih baik dilakukan karantina mandiri ke tenaga
kerja yang tidak terkonfirmasi positif (COVID-19)," kata peneliti di Pusat Penelitian
Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi di Jakarta,
Kamis.
Menurut dia, seperti yang dianjurkan oleh pemerintah, siapapun yang baru saja
kembali dari luar negeri harus menjalani karantina mandiri untuk memastikan tidak
memiliki gejala penyakit yang disebabkan virus SARS-Cov-2 itu. Meskipun kembali
dari negara yang bukan merupakan pusat penyebaran penyakit tersebut tapi untuk
memastikan tidak ada infeksi dari luar negeri, karantina tetap harus dilaksanakan,
baik karantina yang difasilitasi pemerintah ataupun mandiri.
Sebelumnya, ribuan tenaga kerja Indonesia dari Malaysia dipulangkan setelah
Negeri Jiran memberlakukan penutupan wilayah atau lockdown untuk mencegah
naiknya tingkat infeksi COVID-19. Menurut Panglima Komando Gabungan Wilayah
Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, riburan
orang itu akan ditempatkan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau untuk
menjalani pemeriksaan kesehatan.
Jika terdapat pekerja yang positif COVID-19, kata Yudo, maka akan dibawa ke
Rumah Sakit Darurat Pulau Galang di Kepri sementara yang sehat bisa kembali ke
daerah masing-masing dikawal aparat kepolisian.
Tapi, menurut dia, untuk pekerja yang kembali dari Malaysia tanpa gejala pun lebih
baik tetap melaksanakan karantina mandiri untuk memastikan tidak menjadi carrier
atau pembawa virus.
"Karena Malaysia bukan gelombang kedua penyebaran COVID-19 seperti Italia,
Korea atau Jepang. Menurut saya karantina mandiri sudah cukup untuk mereka
yang negatif," kata dia.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta Editor: Arief Mujayatno COPYRIGHT (c)2020 .
Page 87 of 121.

