Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 74
"Program ini memberikan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia dan
pemberdayaan bagi keluarganya," ujar Suhartono.
Lebih jauh Suhartono menjelaskan, program tersebut sudah sesuai dengan UU
Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).
Pahlawan devisa
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker)
Yogyakarta, Andung Prihadi Santosa menilai, para pekerja migran merupakan
pahlawan devisa yang perlu diarahkan dan dibina agar bisa memberikan
kesejahteraan bagi keluarganya.
Dirinya mengatakan, melalui 11 Bank di Yogyakarta pada 2018, remitansi pekerja
migran mampu menembus hingga Rp 328 Miliar.
Maka dari itu, dirinya menyebut sudah seharusnya dana tersebut ditindaklanjuti
melalui program yang memadai.
"Sehingga mereka ketika pulang, uangnya bisa berkembang melalui program
paguyuban, UKM, dan bantuan modal, inkubator sehingga menambah kesejahteraan
daerah," papar Andung.
Sekadar informasi, program reintegrasi ini merupakan program Indonesia dalam aksi
ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant
Workers (ACMW) 2018-2025.
Dengan adanya kegiatan workshop tingkat ASEAN di Yogyakarta ini, Direktur
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Eva Trisiana,
berharap dapat menghasilkan rekomendasi di level ASEAN.
Rekomendasi yang dimaksud berupa pedoman ganda untuk program pekerja
migran yang akan kembali ke daerah, termasuk di Indonesia.
Di sisi lain, Direktur Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk Indonesia dan
Timor Leste, Michiko Miyamoto mengatakan, meski program ini kurang populer di
ASEAN, dirinya menegaskan komitmen pihaknya untuk berbagi pengetahuan baik
dari ASEAN dan luar ASEAN.
Di antaranya berupa cara untuk memperkuat pemrograman dan mempromosikan
kerja sama di tingkat bilateral dan regional di dalam ASEAN.
Ihwal pernyataan Michiko ditanggapi sumringah oleh Suhartono. Menurutnya,
komitmen tersebut sangat bermanfaat mengintegrasikan pekerja migran ke dalam
masyarakat setelah kembali ke negara asalnya.
"Sangat baik bagi kami semua untuk berbagi informasi, praktik terbaik, pengalaman,
dan isu-isu terkait pekerja migran," tutup Suhartono.
Page 73 of 93.

