Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 77
Menurut Awi, panggilan akrab Agoes Masrawi, peserta yang hadir adalah para
manager perusahaan-perusahaan baru. Di antara perusahaan itu banyak juga
perusahaan start up. Awi mengatakan, sekarang manfaat BPJS Ketenagakerjaan
sudah begitu dahsyat. Misalnya manfaat penjaminan tanpa batas alias unlimited dari
program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
"Maka mereka tidak perlu ragu dengan program ini. Sekarang tidak bisa lagi ada
PDS (perusahaan daftar sebagian/pelanggaran). Kalau memang ada bisa jadi karena
mereka tidak mengerti," ujar Awi. Kalau sudah mengerti manfaatnya, tidak mungkin
mereka tidak patuh. "Kita juga sengaja mengundang tiga narasumber dari
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Sudin Nakertrans Jakarta Selatan, dan KPKNL
(Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Jakarta 3," cetus Awi.
Tiga lembaga ini penting untuk mengawal regulasi tentang jaminan sosial
ketenagakerjaan. Peserta harus tahu tidak bisa main-main dengan program jaminan
sosial. Karena, ada instrumen negara yang siap bertindak. "Kewajiban kami untuk
memberi tahu bahwa jaminan sosial itu ada aturan perundangannya. Sehingga jika
ada perusahaan yang main-main akan berurusan dengan kejaksaan, KPKNL, dan
petugas naker," papar Awi.
Sanksi pelanggar program jaminan sosial juga berat, antaralain sanksi administrasi,
sanksi pidana, hingga penyitaan aset perusahaan. "Harapannya setelah tahu hak
dan kewajibannya mereka sebagai wakli perusahaan akan mengurus kepesertaan
BPJS Ketenagakerjaan dengan benar. Iuran tidak boleh terlambat, tidak boleh lagi
PDS, dan dipastikan semua karyawan terdaftar program Jaminan Pensiun,"
cetusnya.
Awi mengatakan, pihaknya juga bersedia diundang ke perusahaan untuk
memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan. "Gratis tidak pakai biaya. Sabtu
dan minggu pun kami siap," tegasnya.
Page 76 of 93.

