Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 82
Semuanya berasal dari NTT," ujar Erlangga saat konferensi pers di Polda Kepri,
Senin (26/8/2019).
Erlangga menjelaskan, 29 imigran ini sampai ke Bintan Timur menggunakan kapal
Pelni dari Kupang. Kedua tersangka diberikan uang senilai Rp 81 juta yang nantinya
akan diberikan kepada setiap imigran sebesar Rp 2,8 juta per orangnya.
"Sedangkan Kedua tersangka ini diberikan upah per orangnya Rp 300 ribu dari
cukongnya yang berada di Malaysia," kata Erlangga.
Di tempat yang sama, Kasubdit IV Ditkrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra
Nugraha mengungkapkan bahwa dari pengakuan kedua tersangka, baru melakukan
aktivitas pengiriman TKI Ilegal sekali.
"Tapi dari pantauan kami, kedua tersangka ini sudah melancarkan aksinya lebih dari
satu kali," katanya.
Pihaknya pun saat ini berkordinasi dengan pihak Kepolisian di Malaysia dan NTT
untuk mengamankan orang-orang yang berperan dalam penyelundupan TKI ini.
Untuk 29 TKI ilegal akan diserahkan ke P4TKI yang berlokasi di Tanjungpinang
untuk dipulangkan ke NTT.
Kedua tersangka ini dikenakan Pasal 81 Undang-Undang Republik Indoneia Nomor
18 tahun 2017 juncto pasal 55 KUHP, tentang perlindungan pekerja migran
Indonesia dengan ancaman 10 tahun dan denda sebesar Rp 15 miliar.
Page 81 of 93.

