Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 84
pabrik elektroniknya pada awal Juni lalu dan melakukan PHK sekitar 2.505
karyawannya.
Karena itu pihaknya mengaku terus mengingatkan kepada pihak terkait terutama
para elit serikat pekerja, bahwa demonstrasi yang terlalu sering dilakukan di Batam
membuat investor menjadi tidak nyaman.
Ada kekhawatiran proses produksi akan terganggu dan adanya kekhawatiran
terhadap keamanan aset aset yang mereka miliki di Batam.
"Akibatnya mereka mencari tempat lain sebagai alternatif investasinya. Salah
satunya PT Foster ini yang memilih Myanmar sebagai negara tempat merelokasi
investasinya," katanya.
Ketika bandingkan antara Myanmar dengan Batam, maka Batam kalah jauh dari sisi
daya saingnya. Terutama di bidang ketenagakerjaan. Upah minimum di Myanmar
hanya USD100. Sementara upah minim di Batam sudah mencapai USD270.
Parahnya upah minimum di Batam naik rata rata 8% setiap tahunnya.
Kenaikan ini tidak sebanding dengan peningkatan produtivitas tenaga kerja mikro
setiap tahunnya. Produtivitas tenaga kerja mikro naik rata rata hanya 1% setiap
tahunnya bahkan kadang kadang stagnan. Akibatnya ini menjadi beban yang
semakin berat terutama untuk perusahaan perusahaan padat karya seperti PT
Foster dan PT Unisem.
"Anehnya walaupun upah di Batam sudah sangat tinggi, frekuensi demonstrasi juga
semakin tinggi. Ada saja hal yang dituntut serikat pekerja untuk bisa turun ke
jalan," timpalnya.
Seharusnya untuk daerah investasi seperti Batam, demonstransi jangan sampai
terjadi. Menurut dia, persoalan hubungan industrial bisa diselesaikan lewat meja
perundingan atau pengadilan.
Namun anehnya di Batam, kata dia pengadilan pun didemo oleh serikat pekerja. "Ini
tentunya memberikan citra negatif di mata investor," katanya.
Pihaknya berharap semua pihak mendukung iklim investasi di Batam. Tidak hanya
memikirkan kepentingan kelompok masing-masing tapi juga memikirkan
kepentingan bersama. Yaitu bagaimana memupuk Batam sebagai daerah tujuan
investasi yang dipandang nyaman, aman dan menguntungkan oleh investor untuk
menanamkan modalnya.
Page 83 of 93.

