Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 85

Title          INDUSTRI TEKSTIL LOKAL LESU, PHK MASAL MENGANCAM KARYAWAN
                Media Name     kontan.co.id
                Pub. Date      27 Agustus 2019
                               https://industri.kontan.co.id/news/industri-tekstil-lokal-lesu-phk-mas al-mengancam-
                Page/URL
                               karyawan
                Media Type     Pers Online
                Sentiment      Negative








               Lebih dari 40.000 karyawan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dirumahkan karena
               industri tekstil sedang lesu. Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI)
               menjelaskan lesunya industri tekstil disebabkan produk impor yang membanjiri,
               sehingga produk lokal tidak terserap oleh pasar.

               Ketua Umum IKATSI Suharno Rusdi menerangkan saat ini ada sekitar 1,5 juta bal
               benang dan 970 juta meter kain stok yang menumpuk di gudang industri karena
               tidak terjual. "Kira-kira senilai Rp 30 triliun atau setara dua sampai tiga bulan stok,"
               tegas Rusdi dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (27/8).

               Menumpuknya stok membuat industri tekstil kesulitan memutar modal kerja karena
               siklus modal kerja di sektor tekstil tergolong sangat cepat.

               Suharno bilang, jika dibiarkan berlarut bukan tidak mungkin dalam dua hingga tiga
               bulan ke depan akan lebih banyak perusahaan yang tidak mampu bayar upah
               maupun pesangon. Hanya perusahaan dengan modal kerja kuat saja yang mampu
               bertahan.

               Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional
               (DPN-FKSPN) Ristadi mendesak pemerintah untuk segera mengatasi hal ini. Ristadi
               bilang jika masalahnya tidak segera diatasi, akan ada banyak pengangguran
               mengingat industri TPT merupakan industri yang padat karya.

               Berdasarkan laporan yang diterima dari masing-masing pengurus daerah, saat ini
               sudah 40.000 karyawan yang dirumahkan. "PT PIR ada 14.000 yang di PHK belum
               lagi PT. IKM dan PT UNL bahkan sudah tutup," ungkap Ristadi dalam keterangan
               pers yang diterima Kontan.co.id.

               Mengatasi hal ini, DPN-FKSPN tengah berkomunikasi dengan Kementerian
               Perdagangan dan kementerian Perindustrian dan meminta agar kebijakan
               pemerintah tidak memberikan kelonggaran pada produk impor.

               Mereka meminta impor sementara dihentikan terlebih dahulu hingga pemerintah
               memiliki kebijakan yang tepat untuk kembali menyehatkan industri tekstil dalam
               negeri.




                                                       Page 84 of 93.
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90