Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 AGUSTUS 2019
P. 93

Yakni melalui pilot project revitalisasi SMK Perkebunan Kopi pada SMK PPN Tanjung
               Sari Sumedang-Jawa Barat dan SMK Perkebunan Sawit di SMKN 2 Tanah Grogot-
               Kalimantan Timur.

               Upaya Kemenko Perekonomian membenahi kurikulum SMK Perkebunan, salah
               satunya dengan melibatkan pihak industri. Hal itu tak lepas dari kenyataan saat ini
               bahwa pengangguran di Indonesia justru didominasi oleh lulusan SMK (BPS, 2019).

               Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi
               dan UKM Rudy Salahuddin mengatakan, peran industri memang sangat penting
               dalam program Revitalisasi SMK/BLK. Yakni mulai dari penyusunan kurikulum,
               Training of Trainer (ToT), sertifikasi kompetensi, sampai kepada pemenuhan
               sarana-prasarana.

               "Padahal, lulusan SMK harusnya menjadi yang paling siap untuk diserap oleh dunia
               kerja. Maka itu, Kemenko Perekonomian mencoba membenahi pendidikan SMK yang
               ada sekarang. Hal itu agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri," ujar Rudy,
               di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

               Untuk mendorong peran industri yang lebih besar lagi, lanjut Rudy, pemerintah
               memberi insentif bagi industri yang terlibat dalam usaha pengembangan SMK. Hal
               tersebut, ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 Tahun 2019 tentang
               Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam
               Tahun Berjalan.

               Dalam aturan tersebut, pemerintah memberikan potongan sebesar 200 persen dari
               biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk vokasi. "Ini menjadi pengurang biaya
               dalam laporan laba/rugi perusahaan," jelas Rudy.

               Selama sekitar dua bulan ini, kata dia, Kemenko Perekonomian bersama mitra
               industri, ahli perkebunan kelapa, kopi serta sawit, dan juga SMK terpilih telah
               menyusun rancangan kurikulum dan kompetensi keahlian baru.

               Program revitalisasi SMK Perkebunan juga disambut baik Korean Tobacco & Ginseng
               (KT&G) yang berkomitmen memberikan pelatihan kopi berkualitas kepada para guru
               dan siswa SMK Perkebunan Kopi.

               KT&G akan mendukung pembuatan kurikulum di bidang kopi, serta menyediakan
               sebuah Coffee Lab di Jakarta. Komitmen tersebut diwujudkan dalam Nota
               Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh
               Chief of Sustainability Management KT&G Korea Lee Sang-Hak dan Komisaris PT
               Revitalisasi Kota Tua Saefudin.










                                                       Page 92 of 93.
   88   89   90   91   92   93   94