Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 102

Title         MENGENAL KAWASAN EKONOMI KHUSUS SORONG, YANG PERTAMA DI PAPUA
                Media Name    kumparan.com
                Pub. Date     11 Oktober 2019
                              https://kumparan.com/@kumparanbisnis/mengenal-kawasan-ekonomi-khusus-s orong-
                Page/URL
                              yang-pertama-di-papua-1s2AN5j3UVh
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive











               Kawasan Ekonomi Khusus  atau  KEK  Sorong di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua
               Barat, resmi beroperasi pada Jumat (11/10).


                KEK  ini merupakan yang pertama di Papua.

                Proyek ini sudah dicanangkan sejak 2016 silam, melalui Peraturan Pemerintah (PP)
               No. 31 Tahun 2016. Kegiatan utama di KEK Sorong, diproyeksikan meliputi industri
               pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, hasil hutan dan perkebunan (sagu),
               serta pembangunan pergudangan logistik.


                Keberadaan industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan, menumbuhkan
               harapan agar  KEK  ini dapat menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional.
               Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahkan menyinggung potensi ekonomi
               berbasis kelautan yang juga bisa diolah di KEK Sorong.

                "Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua," kata
               Darmin saat peresmian KEK Sorong, Jumat (11/10).

                Kawasan Ekonomi Khusus Sorong, menempati areal seluas 523,7 hektare.
               Anggaran pembangunannya diproyeksikan mencapai Rp 2,3 triliun. Hingga
               diresmikan saat ini, proyek itu sudah menghabiskan dana Rp 487 miliar.

                Dana sebesar itu, antara lain digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar.
               Seperti akses jalan utama beserta saluran drainase sepanjang 3,5 km dan jalan
               lingkungan sepanjang 6,5 km. Telah terbangun pula pembangkit listrik.

                Ada tiga pembangkit listrik yang disiapkan, yakni Pembangkit Listrik Mesin Gas
               (PLTMG)  Waymon  , PLTMG  Arar  , dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
               Sehingga saat ini telah tersedia Daya Mampu sebesar 46 MW dengan cadangan
               sebesar 9 MW.

                Untuk jangka pendek, air bersih untuk Pelabuhan  Arar  dan industri eksisting akan
               menggunakan sumur bor dengan kapasitas 5 liter per detik dan Penampung Air
               Hujan (PAH). Sementara, untuk jangka panjang, akan dibangun Sistem Penyediaan





                                                      Page 101 of 106.
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106