Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2019
P. 84
dimilikinya, KEK Sorong berpeluang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan
nasional, khususnya protein berbasis kelautan.
"Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pesisir Papua,"
ungkap Menko Darmin dalam siaran persnya.
Untuk makin menyukseskan keberadaan KEK Sorong, diperlukan keterlibatan aktif
dari masyarakat setempat. Maka itu, mereka harus dipersiapkan dari sisi
pengetahuan, keterampilan (skill), serta kelembagaan ekonominya, supaya ke
depannya dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang lebih mumpuni.
"Salah satu yang penting di sini adalah pemberdayaan sosial ekonomi bagi
masyarakat pesisir yang beroperasi di sekitar KEK Sorong melalui berbagai
instrumen pendidikan vokasi (salah satunya Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) dan
pelatihan perkoperasian. Pemda juga perlu menjamin kemudahan perizinan bagi
para calon investor," imbuh Menko Darmin.
Senada dengan Menko Perekonomian, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan
juga mengatakan, pembangunan KEK Sorong telah tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Hal ini untuk
meningkatkan perekonomian daerah dengan didukung pemanfaatan sumber daya
lokal lintas sektor. Ke depannya, pembangunan di Papua Barat dapat meningkat
sehingga mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah.
Menurutnya, pembangunan kawasan KEK Sorong diperkirakan akan memakan biaya
sebesar Rp 2,3 triliun, dan sekarang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 487
miliar, dan ke depannya ditargetkan akan dapat menarik investasi sampai Rp 32,5
triliun. KEK Sorong juga akan mendongkrak perekonomian Kabupaten Sorong
dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sekira
Rp 10,64 triliun pada 2030.
"Semoga ini menjadi perhatian dari pemerintah pusat, supaya pembangunan
infrastruktur dan masuknya investasi ke KEK Sorong dapat berjalan maksimal. Ada
beberapa catatan dengan kehadiran kawasan KEK, salah satunya yaitu
dibutuhkannya tenaga kerja yang besar, jadi diharapkan akan dibangun Balai
Latihan Kerja (BLK) skala nasional di daerah ini, maka nanti akan bisa membantu
pemenuhan SDM di semua sektor industri yang ada di Papua Barat," tuturnya.
Dominggus pun mengharapkan, para pemuda-pemudi Papua tidak hanya akan
menjadi "penonton" saja dengan adanya KEK, melainkan mereka dapat bergabung
di dalam industri-industri tersebut.
"Kemudian, kami juga berharap jika di kawasan ini dibangun smelter, daripada hasil
nikelnya dibawa ke pulau lain, jadi ini akan memberikan peluang dan kesempatan
besar bagi anak-anak muda kami untuk bekerja di sana," ujarnya.
Page 83 of 106.

