Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 MARET 2019
P. 128
Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengatakan pihaknya ingin mempopulerkan
kain sarung sebagai salah satu busana nasional Indonesia. Semakin populer dan
dikenalnya sarung serta diminatinya sarung oleh generasi milenial, maka akan
menimbulkan dampak ekonomi dan lapangan kerja yang luar biasa.
"Hari ini kita sarungan bersama dalam acara bertema Sarung is My New Denim.
Selama ini Denim identik dengan jeans. Hari ini kita berbagai macam ragam dari
jenis kain. Indonesia kaya betul dengan berbagai macam kain sarung, berbagai
macam jenis dan bentuk. Ini jadi potensi ekonomi dan budaya," ujarnya.
Hanif menambahkan sejarah sarung sangat panjang. Tapi sekilas, sarung sejak dulu
digunakan oleh kaum nasionalis dan santri. Tapi lambat-laun, hanya kaum santri
saja yang mengenakan sarung dan tiba-tiba sarung dianggap kampungan atau
ndeso .
"Sarungan bukan ndeso atau kampungan. Sarungan itu keren. Kita harus keluarkan
sarung dari citra negatif dan dianggap hanya mewakili kelompok tertentu. Sarungan
ini untuk semua orang karena sarungan bagian dari budaya nasional, " katanya.
Menteri Hanif juga mengajak pegawai Kemnaker untuk mengenakan sarung setiap
hari Jumat. "Monggo di Kemnaker, tiap hari Jumat pakai sarung, itu tak masalah.
Saya tidak akan mewajibkan untuk bersarung tapi kalau hari Jumat pakai sarung,
kita kasih jempol," kata Hanif.
Hanif menjelaskan sarung bisa digunakan untuk berbagai macam jenis aktivitas.
Misalnya untuk ibadah salat dan aktivitas lain. "Tapi intinya, kita ingin sarung ini
kembali populer menjadi budaya nasional dan membantu penciptaan lapangan kerja
di bidang produksi sarung. Mari kita harus bangga dengan jati diri Indonesia,"
tuturnya.
Page 127 of 142.

