Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 04 MARET 2019
P. 91

Pengembangan kejuruan fashion tecnology ini merupakan upgrade dari jurusan menjahit di
               BBPLK Semarang. Dulunya, Jurusan menjahit hanya menghasilkan lulusan pelatihan untuk
               menjadi penjahit dan operator mesin garmen.

               Setelah dilakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan di era milenial saat ini, maka dibuatlah
               trasformasi kejuruan fashion technology yang dilengkapi fasilitas lengkap untuk menunjang
               profesional di bidang Industri fashion.

               Adapun, sub kejuruan yang dibuka adalah sub kejuruan menjahit pakaian anak-anak,
               menjahit pakaian wanita dewasa, pembuatan pakaian jadi, designer busana kreasi, designer
               busana produksi, dan operator bordir.

               Melalui Kejuruan fashion technology, siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk kreasi untuk
               memahami pola konsumsi fashion masyarakat sehari-hari. Sehingga mereka dapat
               menghasilkan produk yang sesuai trend di masyarakat.

               "Selama manusia ingin masih ingin memakai baju, maka industri fashion akan selalu hidup.
               Sehingga peluang kerja kedepannya sangat lebar. Tinggal bagaimana mengembangkan
               inovasi dan kreatifitas," ujar Hanif.

               Dijelaskan Menaker, dari 16 subsektor industri kreatif, industri fashion menempati urutan
               ketiga setelah subsektor kuliner dan kriya. "Industri fashion menyumbang devisa negara
               sebanyak USD 8,2 miliar atau Rp 122 triliun dan fashion juga menempati urutan kedua
               produk terlaris di e-Commerce," ungkap Hanif.

               Selain itu, Menaker berpesan kepada peserta pelatihan supaya jangan terlena dengan
               keterampilan yang kita miliki. "Kalau kita punya skill hari ini bukan berarti aman, karena skill
               kita bisa berarti tidak relevan suatu saat nanti," katanya.

               Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat keterampilan yang diperlukan juga
               berubah dengan cepat. "Jangan merasa aman, harus terus meningkatkan kompetensi,"
               ucap Hanif.

               Oleh karena itu, untuk memfasilitasi pekerja kelas bawah yang ingin meningkatkan skill,
               Menaker meminta BBPLK Semarang untuk membuka kelas Sabtu-Minggu dan kelas malam.

               "Dengan demikian mereka mendapat akses yang baik guna meningkatkan skill yang
               nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan pekerjaan mereka," kata Hanif.

               Perlu diketahui, pelatihan di BLK tidak ada batasan usia dan pendidikan. Artinya lulusan apa
               saja dan usia berapa saja dapat mengikuti pelatihan.

               Selain itu, untuk peserta dari luar kota juga dapat mengikuti pelatihan melalui Program
               Boarding dimana akomodasi selama pelatihan akan ditanggung oleh pemerintah alias gratis.














                                                       Page 90 of 142.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96