Page 197 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 197

Ringkasan

              Mayoritas publik yang mengetahui dan mengerti Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kejer
              (Citaker) atau Omnibus Law menyatakan bahwa RUU ini berdampak positif terhadap ekonomi
              pasca pandemi Covid-19.


              MAYORITAS NILAI RUU CIPTAKER POSITIF TERHADAP EKONOMI

              -  Mayoritas publik yang mengetahui dan mengerti Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta
              Kejer  (Citaker)  atau  Omnibus  Law  menyatakan  bahwa  RUU  ini  berdampak  positif  terhadap
              ekonomi pasca pandemi Covid-19.

              "Mayoritas 55,5% berdampak positif terhadap ekonomi," kata Direktur Eksekutif Charta Politika
              Indonesia, Yunarto Wijaya, dalam webinar peluncuran survei nasional lembaganya, Rabu (22/7).

              Sabtu, 27 Juni 2020 - 17:14  Sementara itu, responden lainnya menjawab bahwa RUU Cipta
              Kerja tidak punya dampak terhadap ekonomi sama sekali sebanyak 10,9% dan sejumlah 27,9%
              menjawab berdampak negatif terhadap ekonomi.
              Yunarto menjelaskan, hasil survei ini merupakan jawaban dari 13,3% yang mengetahui dan
              mengerti RUU Ciptaker atau Omnibus Law. Adapun total responden dalam survei ini sebanyak
              2.000 orang responden.

              Kamis, 25 Juni 2020 - 16:55  Dari total responden tersebut, sebanyak 47,3% mengaku pernah
              mendengar berita mengenai RUU Ciptaker atau Omnibus Law dan sebanyak 37,5% mengaku
              tidak pernah mendengarnya.

              "Kalau ditanya, apabila RUU Cipta Kerja disahkan hari ini, apa Anda setuju? Ditanyakan pada
              yang  menjawab  mengetahui  dan  mengerti  RUU  Cipta  Kerja,  55,5%  menyatakan  setuju,"
              ujarnya.

              Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:10  Menurut Yunarto, angka di atas tidak berbeda jauh dengan hasil
              survei yang dirilis salah satu lembaga survei sekitar 1 atau 2 pekan lalu. "Angkanya berkisar di
              antara 50%, kalau saya tidak salah," ucapnya.

              Sementara  itu,  alasan  utama  responden  yang mengetahui  dan  mengerti  RUU  Ciptaker  atau
              Omnibus Law agar RUU ini disahkan yakni karena RUU ini menjadi stimulus bagi pemulihan
              ekonomi negara.

              "Hipotesa saya, tentu saja ini terkait dengan kondisi psikologis krisis yang memang dianggap
              membutuhkan  sebuah  stimulus  sebanyak  60,5%,  termasuk  salah  satunya  Omnibus  Law,"
              katanya.

              Kemudian,  sejumlah  17,0%  menyatakan  karena  RUU  Cipta  Kerja  mampu  memudahkan
              pengurusan  izin  membuka  usaha  sehingga  tercipta  lapangan  kerja,  sebanyak  16,3%
              menyatakan  perlindungan  dan  kemudahan  dari  pemerintah  dalam  membuka  UMKM,  serta
              sebanyak  2,7%  peluang  mendapatkan  investasi  terbuka  lebar  dan  dapat  menembus  pasar
              global.

              "Sedangkan alasan pada yang tidak setuju RUU Cipta Kerja ini datanya linier, dengan hanya
              angka 13,3% yang iya dan mengerti alasan utama dari penolakan adalah proses pembahasan
              RUU Cipta Kerja dianggap tidak transparan," ujarnya.




                                                           196
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202