Page 198 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 198
Dari hasil survei ini, Yunarto memberikan catatan yakni tingkat pengetahuan terhadap RUU
Cipta Kerja ini masih relatif rendah yakni masih banyak responden yang menyatakan belum
mengerti tentang RUU ini.
Namun demikian, pada responden yang meyatakan mengerti RUU Cipta Kerja, terlihat harapan
masyarakat, terutama ditujukan agar RUU tersebut dapat menjadi stimulus pertumbuhan
ekonomi.
Menanggapi hasil survei soal RUU Ciptaker, legislator Partai Golkar, Meutya Hafid, mengatakan,
ini senada dengan pemberitaan media massa yang sangat masif soal ancaman banyak pekerja,
khususnya di sektor informal yang kehilagan pekerjaan atau pendapatan akibat pandemi.
"Kita sadari, di Indonesia pasar tenaga kerjanya berada di sektor informal dan UMKM sehingga
kesadaran ini mungkin yang kemudian yang mencerminkan dalam survei yang disampaikan
Yunarto dan kawan-kawan di Charta Politika bahwa 55% setuju (RUU Ciptaker) untuk disahkan.
55% ini diambil dari yang pernah mendengar atau mengerti," ujarnya.
Kemudian, lanjut Meutia, dari yang masih menolak pun bukan karena dari hal substansial lagi
dalam RUU ini, tetapi lebih pada ketidaktransparanan. "Setahu saya, bahwa di Baleg ini
sesungguhnya sudah dilakukan terbuka, hampir di semua rapat," ujarnya.
Namun, dengan hasil yang tertera dalam survei, secara opini memang masih ada yang menolak.
Ini yang harus menjadi catatan bagi pemerintah maupun DPR untuk terus lebih gencar
melakukan sosialisasi RUU Cipta Kerja.
"Masyarakat mulai sadar bahwa Omnibus Law tentu diharapkan dengan penciptaan lapangan
kerja yang lebih baik, kemudahan investasi sehingga kita harapkan nanti lebih banyak lagi
UMKM-UMKM yang bisa muncul dengan disahkannya RUU Cipta Kerja," ujarnya. (yay).
197

