Page 251 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 251
Ringkasan
Nama lembaga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dicatut oleh oknum yang
tidak bertanggungjawab berkaitan dengan penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (
PMI ) yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.
NAMANYA DICATUT PENIPU, KEPALA BP2MI: KAMI TAK GENTAR PERANGI MAFIA
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) Benny Rhamdani mengatakan,
pihaknya tidak takut dengan oknum penipu yang mencatut namanya serta BP2MI secara
kelembagaan.
Kasus penipuan tersebut berkaitan dengan penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia
(PMI) yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.
"Bahwa BP2MI tidak pernah gentar menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang tidak sejalan
dengan kebijakan negara, dengan kebijakan BP2MI saat ini," di Gedung BP2MI, Jalan MT.
Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2020).
Benny menyebut, pihaknya tak segan untuk menabuh genderang perang dalam upaya melawan
mafia pemberangkatan PMI. Dia menyebut, pihaknya juga tidak akan pandang bulu dalam
memberantas sindikat yang merugikan para pekerja migran di luar negeri.
"Perang melawan sindikasi pengiriman PMI secara non prosuderal telah kami canangkan,
genderang perang sudah kami tabuh dan akan kami laksanakan tanpa pandang bulu dengan
siapa dan siapapun yang ada di belakang para sindikat tersebut," katanya menjelaskan.
Dia menduga, tindakan ini bisa saja dilakukan oleh para mafia yang sedang diperangi.
"Jadi jangan kami ditakut-takuti dengan cara teror dan upaya pembusukan dengan cara
penipuan yang baru kami sampaikan tadi yang ini bisa dilakukan oleh orang yang mencari
keuntungan dengan memanfaatkan situasi atau juga dimainkan oleh mafia yang sedang kami
perangi sendiri," pungkas dia.
Sebelumnya, BP2MI melaporkan hasil penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI)
yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand ke Bareskrim Polri.
Belasan calon PMI tersebut sebelumnya diamankan BP2MI saat melakukan penggerebekan di
Apartemen Bogor Icon, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/7) malam.
Benny Rhamdani menjelaskan, maksud kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk menyampaikan
bahwa kejahatan terkait tindak pidana perdagangan orang alias TPPO masih marak terjadi.
Sekaligus, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama dengan Bareskrim Polri
selaku insitusi penegak hukum.
"Kami datang ke Bareskrim sebagai bentuk kerja sama sebagi penegak hukum dan sekaligus
ingin menyampaikan bahwa kejahatan pengiriman PMI secara ilegal masih terus terjadi.
Padahal, TPPO tentu tidak boleh dilakukan siapapun. Baik perseorangan atau berbadan hukum,"
kata Benny di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020).
Total 19 PMI yang diamankan oleh BP2MI itu sedianya hendak diberangkatkan oleh PT. Duta
Buana Bahari dan PT Nadies Citra Mandiri ke Thailand. Dalam hal ini, kedua perusahaan tersebut
sejatinya tidak memiliki izin untuk melakukan perekrutan dan penempatan PMI.
250

