Page 303 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 303
NAMA DICATUT UNTUK MENIPU, KEPALA BP2MI LAPOR POLISI
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) Benny Rhamdani meminta
aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penipuan yang mencatut nama dirinya serta staf
BP2MI.
Kasus penipuan tersebut berkaitan dengan penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia
(PMI) yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand.
Benny menilai, tindakan oknum tidak bertanggung jawab tersebut telah mencemarkan nama
baik dirinya serta BP2MI secara kelembagaan. Untuk itu, dia meminta agar polisi melakukan
penyelidikan dan penyidikan secara tuntas.
"Kami berharap, PMJ, aparat kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan, penyidikan
sampai tuntas karena tindakan penipuan telah mencemarkan nama baik saya pribadi maupun
BP2MI secara kelembagaan," kata Benny di Gedung BP2MI, Jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan,
Rabu (22/7/2020).
Benny menduga, tindakan ini bisa saja dilakukan oleh orang yang ingin mengambil keuntungan
semata. Dia juga menduga jika tindak penipuan yang mencatut dirinya sudah dirancang
sedemikian rupa yang dimainkan oleh mafia yang ingin mendelegitimasi BP2MI secara
kelembagaan.
"Jadi dua kemungkinan, satu benar-benar yang dikakukan oleh penipu yang ingin mengambil
keuntungan atau jangan-jangan kalau tujuannya merusak nama baik bisa saja by design yang
dimainkan para mafia itu sendiri untuk mendelegitimasi kepala BP2MI," jelasnya.
Atas kejadian itu, jajaran BP2MI telah melaporkan tindakan tersebut ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut dibuat pada hari ini, Rabu (22/7/2020).
"Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari ini 22 Juli kami telah melaporkan hal tersebut ke
Polda Metro Jaya," ujar Benny.
Benny juga mengecam keras tindak penipuan tersebut. Menurut dia, ada upaya untuk
mencemarkan nama baiknya secara pribadi maupun BP2MI secara kelembagaan.
"Tindakan ini tentunya bermaksud untuk, kami memahami, mencemarkan nama baik saya
pribadi maupun BP2MI secara kelembagaan," pungkas Benny.
Sebelumnya, BP2MI melaporkan hasil penggerebekan 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI)
yang hendak diberangkatkan oleh dua perusahaan secara ilegal ke Thailand ke Bareskrim Polri.
Belasan calon PMI tersebut sebelumnya diamankan BP2MI saat melakukan penggerebekan di
Apartemen Bogor Icon, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (17/7) malam.
Benny Rhamdani menjelaskan, maksud kedatangannya ke Bareskrim Polri untuk menyampaikan
bahwa kejahatan terkait tindak pidana perdagangan orang alias TPPO masih marak terjadi.
Sekaligus, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama dengan Bareskrim Polri
selaku insitusi penegak hukum.
"Kami datang ke Bareskrim sebagai bentuk kerja sama sebagi penegak hukum dan sekaligus
ingin menyampaikan bahwa kejahatan pengiriman PMI secara ilegal masih terus terjadi.
Padahal, TPPO tentu tidak boleh dilakukan siapapun. Baik perseorangan atau berbadan hukum,"
kata Benny di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2020).
302

