Page 313 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 313

Ringkasan

              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau telah mengimbau seluruh perusahaan besar yang
              beroperasi  di  Riau  agar  menyetop  dulu  setiap  tenaga  kerja  dari  luar  Provinsi  Riau,
              pascaditemukannya puluhan tenaga kerja yang terpapar Covid-19 dan masuk ke Riau.

              KLASTER KARYAWAN IMPOR MELONJAK, DISNAKER RIAU SUDAH IMBAU
              PERUSAHAAN SETOP KARYAWAN DARI LUAR

              RIAUMANDIRI.ID, PEKANBARU  - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau telah mengimbau
              seluruh perusahaan besar yang beroperasi di Riau agar menyetop dulu setiap tenaga kerja dari
              luar Provinsi Riau, pascaditemukannya puluhan tenaga kerja yang terpapar Covid-19 dan masuk
              ke Riau. Kadisnakertrans Riau, Jonli, mengatakan, sesuai arahan Gubernur Riau, perusahaan
              sementara menyetop tenaga kerja yang dari luar masuk ke Riau. Apalagi daerah zona merah
              positif Covid-19, dan merupakan klaster baru impor dari provinsi lain.

              "Dari awal kita sudah menyampaikan kepada perusahaan yang beroperasi di Riau, untuk mencek
              lebih ketat lagi karyawan yang akan bekerja di perusahaan. Terutama pekerja yang dari luar,
              dengan mewajibkan pemeriksan swab. Beberapa perusahaan ada yang menjalankan, ada juga
              yang tidak. Seperti yang telah dijalani oleh sub kontrak Indah Kiat," ujar Jonli.

              "Nah untuk yang di Indah Kiat itu, karyawan yang dari Sumsel itu belum sempat bekerja di
              Indah  Kiat.  Karena  harus  menjalani  tes  kesehatan,  dan  hasilnya  banyak  karyawannya  yang
              terkonfirmasi kasus positif Covid-19," ujarnya lagi.

              Ditegaskan Jonli, sejauh ini pihak perusahaan yang beroperasi di Riau tidak satupun melaporkan
              menerima karyawan dari luar Riau. Baik itu untuk tenaga ahli dan karyawan biasa yang diterima
              perusahaan. Inilah yang menyebabkan banyaknya tenaga kerja dari luar masuk ke Riau.

              "Untuk tenaga ahli di perusahaan yang didatangkan memang tak pernah dilaporkan kepada kita.
              Termasuk karyawan lain yang masuk ke Riau. Tapi kalau tenaga kerja asing, itu wajib dilaporkan
              kepada kita, karena harus ada izinnya. Inilah yang kita minta kepada perusahaan untuk mendata
              karyawannya yang datang ke Riau, dan wajih dilakukan swab," tegas Jonli.

              Sebelumnya Gubernur Riau, Syamsuar, telah menegaskan kasus positif Covid-19 di Riau naik ini
              datang dari luar. Dimana ada perusahaan yang beroperasi di Riau yang membutuhkan tenaga
              kerja dari luar. Bahkan Gubri mengatakan, ada beberapa perusahaan di daerah yang meminta
              izin akan mendatangkan tenaga kerja dari luar.

              "Saya sudah telepon pimpinan perusahaannya, tak perlu saya sebut nama perusahaannya. Saya
              minta untuk sementara tak usah mengambil tenaga kerja dari luar, dari Riau saja. Makannya
              penambahan kasus di Riau banyak dari klaster baru daerah luar daerah Provinsi Riau. Makanya
              kasus Covid-19 menambah dari situ," tegas Gubri.

              "Kemarin  saya  mendengar  ada  yang  minta  mendatangkan  tenaga  kerja  dari  luar  seperti  di
              Dumai. Ada juga di Siak. Makanya saja minta, tolong disetop dulu penerimaan tenaga kerja
              untuk orang Riau dulu, jangan dari luar daerah. Apalagi dari daerah zona merah," tegasnya lagi.

              Reporter: Nurmadi.










                                                           312
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318