Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 309
Sebelum ke titik pusat aksi mereka berencana berkumpul di depan Istana Maimun Medan
dengan estimasi massa sebanyak 5.000 buruh. Jika aksi serentak ini tidak juga ditanggapi, lanjut
dia, maka serikat pekerja akan menyuarakan protesnya lebih keras lagi dengan melakukan aksi-
aksi lanjutan. Mereka juga menyiapkan opsi untuk mengajukan Judicial Review bila undang-
undang tersebut disahkan.
FSPMI Sumut sendiri menginginkan agar RUU Cipta Kerja dibatalkan dan aturan
ketenagakerjaan kembali ke UU Nomor 13 Tahun 2003, tentang Perlindungan Tenaga Kerja.
RUU Cipta Kerja diyakini akan mengebiri hak-hak buruh, terutama hak normatif, seperti
kepastian kerja, kepastian upah dan kepastian jaminan sosial.
"Namanya saja sudah cipta kerja, otomatis hanya akan menguntungkan pemodal," ujarnya.
Dalam implementasi UU Ketenagakerjaan saja menurut dia sudah banyak terjadi pelanggaran
ketenagakerjaan. Apalagi jika diganti menjadi UU Cipta Kerja, Willy meyakini akan banyak hak
buruh dikurangi. (OL-3).
308

