Page 319 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 319

Ringkasan

              Ratusan buruh yang tergabung dalam lintas aliansi, kembali berunjuk rasa ke DPRD Banten,
              Selasa (21/7), berkenaan dengan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibuslaw Cipta Kerja.
              Buruh mendorong DPRD Banten, agar dapat mengambil sikap penolakan yang tegas terhadap
              RUU ini, berdasarkan kajian yang komperhensif terhadap seluruh pasal yang ada di dalamnya.

              "Ada ratusan pasal dalam draf RUU ini. Tapi yang menjadi fokus kami, dan dianggap sangat
              merugikan  kaum  buruh  ada  pada  pasal  500-700,  yang  salah  satunya  membahas  terkait
              hubungan kerja," kata Ketua Advokasi Serikat Buruh dan Pekerja Kabupaten Serang, Argo Priyo
              Sujatmiko, usai audiensi bersama Pimpinan DPRD Banten, Selasa (21/7). Menurut Argo, poin
              besar yang kami garis besari terkait RUU ini adalah hubungan kerja yang diatur didalamnya
              yang akan berpotensi banyak terjadi yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan kepada
              karyawan tetap.



              BURUH “SERUDUK” DPRD BANTEN

              RATUSAN buruh yang tergabung dalam lintas aliansi, kembali berunjuk rasa ke DPRD Banten,
              Selasa (21/7), berkenaan dengan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibuslaw Cipta Kerja.
              Buruh mendorong DPRD Banten, agar dapat mengambil sikap penolakan yang tegas terhadap
              RUU ini, berdasarkan kajian yang komperhensif terhadap seluruh pasal yang ada di dalamnya.

              "Ada ratusan pasal dalam draf RUU ini. Tapi yang menjadi fokus kami, dan dianggap sangat
              merugikan  kaum  buruh  ada  pada  pasal  500-700,  yang  salah  satunya  membahas  terkait
              hubungan kerja," kata Ketua Advokasi Serikat Buruh dan Pekerja Kabupaten Serang, Argo Priyo
              Sujatmiko, usai audiensi bersama Pimpinan DPRD Banten, Selasa (21/7).

              Menurut Argo, poin besar yang kami garis besari terkait RUU ini adalah hubungan kerja yang
              diatur  didalamnya  yang akan  berpotensi  banyak  terjadi  yang  dilakukan secara  sepihak  oleh
              perusahaan kepada karyawan tetap.

              "Pada musim Covid-19 ini saja banyak pekerja yang kena PHK, pesangon seenaknya sendiri.
              Tidak lama kemudian perusahaan akan merekrut kembali, dengan status pekerja tetap atau
              kontrak (outsourcing). Ini ka-sian nanti untuk generasi calon pekerja yang baru lulus sekolah,"
              ujarnya.

              Dalam kontek ini lanjutnya, peran negara harus hadir. Pemutusan hubungan kerja boleh saja
              dilakukan oleh perusahaan, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

              "Selanjutnya  adalah  sistem  kerja  outsourcing.  Saya  sepakat  ada  outsourcing  asalkan
              kategorinya sesuai dengan aturan yakni security, pengeboran lepas pantai, clean-ing servis.
              Hanya itu yang boleh. Sementara dengan adanya RUU onmibuslaw ini semua kategori pekerjaan
              boleh  dilakukan  outsourcing.  Core  produksi  pun  yang  merupakan  pekerjaan  vital,  boleh
              dilakukan outsourcing. Kalau dulu batasan kontrak  itu tiga kali, kalau lewat dari situ sudah tidak
              boleh. Tapi dengan RUU itu boleh," tuturnya.

              Argo menambahkan, keinginan kawan-kawan tadi tidak hanya sekedar menyampaikan aspirasi,
              tapi juga sikap tegas dewan melakukan penolakan terhadap RUU ini berdasarkan hasil kajian.

              "Saya rasa DPRD juga sudah punya draf nya untuk dilakukan kajian," tegasnya.

              Menanggapi  hal  tersebut.  Ketua  DPRD  Banten  Andra  Soni  menyambut  baik  apa  yang
              diaspirasikan  oleh  para  buruh.  Andra  berjanji  akan  menindaklanjuti  aspirasi  ini  ke  DPR  RI,
              mengingat yang mempunyai ke-wenangan memutuskan adalah DPR RI.

                                                           318
   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324