Page 323 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 323

HASIL MEDIASI BURUH DAN PERUSAHAAN DI BANTUL

              Bantul    -  Sebanyak  200  buruh  PT  Kharisma  Eksport  melakukan  aksi damai  di  Kantor  Dinas
              Tenaga  Kerja  dan Transmigrasi  (Disnakertrans) Bantul,  Selasa  21  Juli  2020.  Mereka  datang
              sembari membentangkan poster dan juga spanduk, untuk menuntut hak mereka yang belum
              diberikan, yakni gaji 4 bulan serta  THR  .

              Aksi mereka bukan kali ini terjadi. Massa melakukan orasi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja
              dan Tramsigrasi. Sementara perwakilan mereka bertemu pihak manajemen perusahaan, yang
              difasilitasi Disnakertrans  Bantul  . Pertemuan merupakan upaya mediasi dan mencari titik temu.

              "Yang kami tuntut adalah hak normatif sesuai dengan UU Nomor 13/2003 pasal 90 tentang
              Upah. Juga landasan PP nomor 78 tahun 2015 yang mengatur jelas bahwa upah yang diterima
              buruh  harus Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kalau di Bantul berarti 1,7 juta," kata Sugianto
              perwakilan buruh.

              Menurut dia, selama beberapa bulan, buruh tidak menerima upah standar UMK. "Selama ini
              hanya janji yang diberikan, hanya diutang terus menerus. Upah yang diterima hanya 100 ribu
              rupiah setiap minggu," ungkapnya.

              Dia mengatakan, upah buruh juga dipotong untuk BPJS. Namun potongan tersebut ternyata
              tidak disetor selama 10 bulan terakhir. Hingga kini, para buruh ada yang bekerja dan ada yang
              dirumahkan. Total karyawan hampir 500 orang.

              Sekretaris  Disnakertrans  Bantul,  Istirul  Widilastuti  MIP  mengatakan,  kali  ini  proses  mediasi
              sudah yang ke empat kalinya. "Alhamdulillah. Saat proses mediasi keempat dari tiga tuntutan
              yang diminta itu sudah terjadi kesepakatan terkait dengan gaji," ungkapnya.

              Menurut  dia,  upah  buruh  yang  belum  terbayar  akan  dibayarkan  dengan  durasi  waktu  dua
              setengah bulan ke depan dengan komposisi pembayaran gaji 40 persen, 50 persen dan 10
              persen. "Kemudian untuk THR akan dibayarkan dua kali dengan sistem pembayaran 50 persen
              di 30 Oktober dan sisanya 30 Desember," kata Istirul.

              Semua kesepakatan tertuang dalam perjanjian bersama yang nilainya sama dengan putusan
              hakim di Pengadilan Negeri. Jika ternyata perusahaan ingkar janji terhadap kesepakatan yang
              telah dibuat, maka nanti itu akan dieksekusi oleh pengadilan negeri.

              Untuk saat ini yang sedang proses di Disnakertran ada 52 orang. Dan segera masuk lagi dari PT
              Kharisma Ekspor penyelesaian gelombang pengaduan kedua untuk 170 orang.

              Istirul mengatakan, hingga saat ini akibat pandemi Covid-19, sudah ada 12 perusahaan yang
              melakukan konsultasi terkait kondisi perusahaan mereka. Terutama perusahaaan yang bekerja
              di bidang ekspor termasuk yang bahan baku dari impor.

              Adapun jumlah tenaga kerja di Bantul yang kena PHK ada 1.700 orang, dirumahkan dan putus
              kontrak ada 7.800 orang lebih. "Sejak pandemi hingga sekarang, jumlahnya terus meningkat,"
              katanya.

              Untuk membantu mereka yang terdampak, dinas sudah mengusulkan kepada Tim Pengendali
              Inflasi Daerah (TPID) untuk bisa diberi Jaring Pengaman Sosial (JPS) semacam bantuan sosial.
              "Rencana akan ada Bansos yang dieksekusi Juli atau kapan, nanti koordinasi dengan Sekda.
              Kami  sudah  mengambil  langkah  yang  sekiranya  meringankan  beban  pekerja  walau  sifatnya
              sementara. Setidaknya mereka bisa mencukupi kebutuhan pangannya," ungkapnya.





                                                           322
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328