Page 4 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 4

Dito mengatakan, transformasi digital yang dilakukan harus disesuaikan dengan pendekatan
              yang  serasi  terhadap  pengembangan  dunia  start-up.  Karena  start-up  juga  menciptakan
              lapangan pekerjaan yang tidak sedikit, terutama bagi anak muda.

              Karenanya, butuh pendekatan yang sedikit berbeda dalam membuat payung hukum bagi start-
              up.  Sebab,  start-up  rata-rata  bergerak  dalam  prinsip-prinsip  sharing  economy,  dengan
              aktivitasnya lebih banyak bersifat patnership, bukan relasi karyawan dan pengusaha.

              "Karenanya,  antara  start-up  dan  patner  bisnis  harus  sama-sama  nyaman.  Sementara  soal
              karyawan yang murni pekerja start-up, aturan mainnya bisa disamakan dengan pekerja formal
              lainya," ucap Dito.

              Dito meyakini, seluruh fraksi partai politik di DPR, khususnya Fraksi Golkar yang berazaskan
              kerakyatan, akan mendahulukan kepentingan negara.

              Karenanya,  kata  Dito,  dampak  positif  terhadap  ekonomi  harus  diyakini  sebagai  hasil
              pembahasan RUU Cipta Kerja.

              "Pembahasan saat ini memang masih mencari jalan terbaik dan titik kompromi pada beberapa
              pasal  yang  fundamental  berhubungan  dengan  tenaga  kerja.  Karena  kemudahan  investasi
              menjadi salah satu jargon dari RUU ini, di mana dari investasi tersebut juga akan langsung
              berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya. (OL-1).




















































                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9