Page 8 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 8

GELOMBANG PHK TINGGI BANTUL MASIH TINGGI

              SEDIKITNYA  1.700  karyawan  di  Kabupaten  Bantul  yang  bekerja  di  berbagai  sektor  terkena
              Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sementara sekitar 10.300 orang karyawan harus rela untuk
              dirumahkan.

              Sekretaris  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Bantul  Istirul  Widilastuti
              mengatakan, data karyawan atau buruh di Bantul yang terkena PHK atau dirumahkan masih
              terus bertambah.

              "Data yang dimulai sejak 2 April lalu sampai sekarang masih terus bergerak. Itu berlaku kepada
              karyawan, baik yang di-PHK atau yang dirumahkan," ujar perempuan yang akrab disapa Tirul
              tersebut kepada wartawan Rabu (22/7).

              Tirul  menjelaskan,  gelombang  PHK  di  Bantul  ini  disebabkan  oleh  goyahnya  perusahaan-
              perusahaan  yang  ada  di  Bantul  selama  masa  pandemi  Covid-19.  Pasalnya,  mayoritas
              perusahaan di Bantul merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor.

              Namun, Tirul mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 kali ini merata hampir di semua
              sektor, tidak hanya di perusahaan ekspor saja. Usaha jasa yang bergerak di bidang pariwisata,
              termasuk kuliner dan kerajinan juga ikut merosot.
              "Sudah  ada  sekitar  12  perusahaan  yang  berkonsultasi  kepada  kami  [Disnakertrans  Bantul]
              terkait dengan nasib perusahaannya ke depan," ungkapnya.

              Tirul menuturkan, untuk saat ini pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak untuk membantu
              perusahaan  atau  masyarakat  yang  terdampak.  Meski  begitu,  pihaknya  telah  mengusulkan
              kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TA-PD) Kabupaten Bantul untuk pengadaan jaring
              pengaman sosial (JPS), seperti bansos atau bantuan lainnya kepada masyarakat terdampak.

              "Intinya Disnakertrans sudah mengambil langkah yang sekiranya dapat meringkankan beban
              para pekerja walaupun sifatnya hanya sementara. Paling tidak mereka masih bisa mencukupi
              kebutuhan pangannya dalam masa pandemi ini," ucapnya.

              Dia  juga  mengatakan,  semua  yang  terdampak  bakal  diajukan  untuk  mendapat  bantuan
              tersebut. Rencananya, proses itu sudah akan mulai dieksekusi pada Juli ini.

              Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Disnakertrans
              Bantul An Nursina Karti mengatakan, tuntutan atau keluhan yang paling banyak masuk dari para
              karyawan didominasi pekerja yang dirumahkan,

              "Kalau di sisi aturan, dirumahkan tetap wajib diberikan gaji, BPJS, dan hak lainnya.

              Namun karena pandemi, ditambah SE dari Menteri Tenaga Kerja yang memperbolehkan pekerja
              dan  perusahaan  menegosiasikan  gaji,  jadi  hal  itu  yang  banyak  dimanfaatkan  oleh  para
              perusahaan saat ini," kata Nursina. (**/ful)















                                                            7
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13