Page 48 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 48
Komitmen tersebut menurutnya juga sudah dijalankan di BUMN, di mana pada tahun ini BUMN
sudah merekrut 178 pekerja disabilitas.
Sementara itu. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berharap BUMN sebagai salah satu
penggerak roda perekonomian nasional dapat membantu mencapai tujuan menyejahterakan
rakyat.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS). Menaker menyampaikan per Februari 2019 tercatat
jumlah penduduk usia kerja penyandang disabilitas mencapai 20,98 juta orang dan angkatan
kerja penyandang disabilitas sebanyak 10,19 juta orang. Sedangkan jumlah penyandang
disabilitas yang bekerja sebanyak 9.91 juta orang dan pengangguran terbuka penyandang
disabilitas sebesar 289.407 orang.
Sesuai amanat dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 53 ayat (1), pemerintah, pemerintah
daerah. Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling
sedikit 2% penyandang
disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.
"Kenapa kami mendorong MoU ini dilaksanakan pada hari ini, karena dalam kondisi yang normal
saja teman-teman disabilitas mengalami banyak kesulitan, apalagi dalam kondisi yang sulit
seperti ini," ujar Ida.
Komitmen
Nota kesepahaman ini menurut Menaker sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan
hak memperoleh pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
"Kita perlu bergandengan tangan, terutama teman-teman BUMN dan seluruh pimpinan BUMN
menandatangani komitmen bersama berikutnya sebagai tindak lanjut dari MoU ini," kata Ida.
Dalam kondisi pandemi Covid-19, Ida juga menyampaikan harapannya agar BUMN tetap
mempekerjakan penyandang disabilitas, dan terus memberi kesempatan kepada mereka
sebagai wujud pemenuhan hak untuk membuktikan peran dan partisipasinya dalam
pembangunan sesuai dengan potensi dan kemampuannya.
Untuk mendukung rencana ini, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah menghadirkan Layanan
Informasi Ketenagakerjaan Disabilitas atau Linkabilitas pada Sistem Informasi Ketenagakerjaan
(Sisnaker). [HER/E-8]
47

