Page 56 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2020
P. 56
Yunarto mengatakan alasan utama responden yang menjawab setuju terhadap pengesahan
RUU Cipta Kerja adalah bahwa RUU Cipta Kerja dianggap bisa menjadi stimulus bagi
pertumbuhan ekonomi negara 60,5 persen.
"Ini terkait kondisi psikologis krisis ekonomi yang dibutuhkan adalah stimulus ekonomi. Disusul
dengan kemudahan mengurus izin membuka usaha sehingga tercipta lapangan kerja sebesar
17 persen," ujar Yunarto.
Kemudian, alasan lain responden setuju karena menganggap RUU tersebut bisa memberikan
perlindungan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
1 dari 1 halaman Penilaian ini, menurut Yunarto, didasari kondisi ekonomi masyarakat yang
memburuk selama pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi yang memburuk ini mempengaruhi dan
dirasakan langsung dalam kondisi ekonomi rumah tangga.
"Sebesar 64,8 persen masyarakat menilai keadaan ekonomi rumah tangga mereka saat ini lebih
buruk dibanding sebelum adanya wabah Covid-19," tambah Yunarto.
Charta Politika Indonesia melakukan survei nasional melalui telepon pada 6-12 Juli 2020. Sampel
sebanyak 2.000 responden dipilih secara acak kumpulan sampel acak survei tatap muka
langsung yang pernah dilakukan oleh Charta Politika Indonesia pada rentang dua tahun terakhir
hingga Februari 2020.
Sebanyak 195.638 responden terdistribusi secara acak dalam rentang 2 tahun terakhir, terdapat
sekitar 75 persen memiliki nomor telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk
ditelepon adalah sebanyak 7.500 data, dan yang berhasil diwawancara adalah sebanyak 2.000
responden. Margin of error survei diperkirakan 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,
asumsi simple random sampling.
[ray] Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak Omnibus Law di DPR Ratusan Mahasiswa di
Tasikmalaya Demo Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja Kesepakatan Pengusaha, Buruh &
Pemerintah Dinilai Kunci Pembahasan RUU Cipta Kerja.
55

