Page 112 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 112
rekening di sana, yaitu kantor gubernur Riyadh," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan
Kamil, Jumat (12/7/19) malam.
Keluarga al - Ghamdi mengajukan uang tebusan atau dana diyat kepada hakim yang
mengadili Ety. Awalnya, lanjut Emil, hakim memutuskan dana diyat sebesar 30 juta
real. Namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi 5 juta real. "Dan
setelah dinegosiasikan lagi disepakati diyat 4 juta real," sebut Emil.
Emil menceritakan, sejak kesepakatan itu, KJRI berupaya menggalang dana untuk
membayar diyat 4 juta real atau sekitar Rp15,2 miliar. Pemerintah berpacu dengan
waktu, karena jika dana diyat tersebut tidak terpenuhi maka Ety akan dihukum mati
dengan cara dipancung.
"Pemdaprov Jabar tidak tinggal diam. Kami pun menggalang dana untuk
pembebasan Ety. Pada bulan Ramadan lalu saya bertemu dengan Dubes Arab Saudi
meminta pengampunan untuk Ety," katanya.
Emil menyebutkan, beberapa upaya yang dilakukan dengan mengumpulkan
shodaqoh ASN Pemdaprov Jabar melalui rekening Jabar Peduli yang dilakukan dua
tahap. Tahap pertama terkumpul Rp1 miliar dan sudah ditransfer. Tahap kedua
terkumpul Rp400 juta.
Namun karena diyat keburu terpenuhi, dana tahap kedua ini masih ada di rekening
Jabar Peduli. "Karena dana diyat sudah terpenuhi, shodaqoh yang Rp400 juta dari
ASN tetap tersimpan di rekening Jabar Peduli," kata Emil.
Emil juga telah meminta Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jabar dan pihak
perbankan terutama Bank bjb agar dapat mengeluarkan shodaqohnya. "Kami juga
selalu berkoordinasi dengan Pemkab Majalengka untuk penggalangan dana ini,"
katanya.
Hingga kini, Disnakertrans Jabar tetap berkomunikasi dengan KJRI untuk menunggu
proses administrasi Mahkamah Pengampunan sampai akhirnya Ety binti Toyyib
Anwar dapat dipulangkan ke Tanah Air. "Semoga cepat-cepat bisa pulang ke
Majalengka," harap Emil.
Page 111 of 180.

