Page 86 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2019
P. 86

Title          ASN JABAR HIMPUN RP1 MILIAR BANTU TKI TERANCAM HUKUMAN MATI
               Media Name     jatim.antaranews.com
               Pub. Date      13 Juli 2019
                              https://jatim.antaranews.com/nasional/berita/954333/asn-jabar-himpun-r p1-miliar-
               Page/URL
                              bantu-tki-terancam-hukuman-mati
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan ASN Pemprov Jabar
               telah mengumpulkan sedekah melalui rekening Jabar Peduli sebesar Rp1,4 miliar
               turut membebaskan Ety binti Toyyib Anwar, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal
               Kabupaten Majalengka, dari ancaman hukuman mati atau qisas.

               "Alhamdulillah terkumpul sedekah dari ASN Pemprov Jabar yang dilakukan dua
               tahap. Tahap pertama terkumpul Rp1 miliar dan sudah ditransfer. Tahap kedua
               terkumpul Rp400 juta," kata Gubernur Emil, Sabtu.

               Dia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah berupaya

               semaksimal mungkin turut membebaskan Ety binti Toyyib Anwar.

               Pada 2001 Ety bekerja di Kota Taif, Arab Saudi dan dipenjara karena disangka
               meracuni majikannya, Faisal al Ghamdi. Selama hampir 19 tahun penantian, Ety
               terus dibayangi hukuman mati.

               "KJRI berkoordinasi dengan Lajnah Awfu Taif untuk memastikan dana diyat buat Ety
               yang ditransfer Pemerintah via KBRI Riyadh telah masuk ke penanggung jawab
               rekening di sana, yaitu kantor gubernur Riyadh," kata Emil.

               Keluarga al Ghamdi mengajukan uang tebusan atau dana diyat kepada hakim yang

               mengadili Ety.

               Pada awalnya, lanjut Emil, hakim memutuskan dana diyat sebesar 30 juta real
               namun setelah melalui proses panjang, diyat turun menjadi lima juta real.

               "Dan setelah dinegosiasikan lagi disepakati diyat empat juta real," kata Emil.

               Emil menceritakan, sejak kesepakatan itu, KJRI berupaya menggalang dana untuk
               membayar diyat empat juta real atau sekitar Rp15,2 miliar.





                                                       Page 85 of 180.
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91