Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 105

"Itupun dibayar sebanyak dua kali, dua juta dibayarkan terlebih dahulu, dan dua
               juta lagi dibayarkan untuk keluargaya setelah Hernawati menegaskan bahwa ia tidak
               akan berangkat sebelum keempat juta itu dibayarkan.


                Berdasarkan keterangan Hernawati, perusahaan jasa tenaga kerja yang
               memberangkatkannya adalah perusahaan yang tidak resmi namun pemilik
               perusahaan tersebut berjanji bahkan menjamin keselamatan Hermawati sampai
               mendapatkan pekerjaan.

                "Satu minggu setelah bikin paspor, langsung berangkat." Lanjut Hermawati
               memaparkan proses keberangkatannya.


                Hernawati bertolak ke Irak dengan menggunakan maspakai Saudia Airlines dengan
               tujuan akhir Istanbul Turki, namun tanpa sepengetahuannya kalau dirinya akan
               dibawa ke Irak. Setelah tiba di Turki pada tanggal 21 Desember 2020 ia lantas
               ditampung selama 2 minggu di dua rumah agen yang berbeda sebelum akhirnya
               dibawa ke Erbil dengan menggunakan jalur darat. Perjalanan Istanbul ke Erbil
               sendiri ditempuh sekitar 12 jam.

                Perjalanan Hernawati untuk sampai ke Baghdad penuh lika-liku.

                "Satu minggu pertama, pelayanan agen di Turki baik namun, di minggu berikutnya
               kami makan satu kali sehari," kisah Hernawati.

                Bahkan dalam perjalanan dari Turki ke Erbil pun Hernawati hanya diberi biskuit dan
               air minum oleh pihak agen.


                "Dalam perjalanan saya takut sekali karena di sini jalan sepi tidak sama dengan di
               Indonesia," lanjut Hernawati menuturkan kisah perjalanannya.

                Dari Erbil--ibukota Propinsi Kurdistan--Hernawati dibawa ke Baghdad dan langsung
               dibawa ke tempat agen. Di sinilah Madam Aiman "menebus" Hermawati dengan
               harga 7000 Dollar Amerika.


                Hernawati merupakan salah satu di antara sekian banyak PMI yang bernasib baik.
               Madam Aiman mengaku senang atas pekerjaan dan etikanya. Bahkan, menurut
               Madam Aiman, ia bersedia menerima kembali apabila Hernawati berkeinginan
               kembali bekerja pada keluarganya.

                Hernawati berencana melanjutkan usahanya yang sebenarnya telah dijalankan
               sebelum terjun menjadi pekerja migran di Timur Tengah.

                "Saya sebenarnya punya usaha mas, yaitu jualan nasi yang dikirim ke kantor-
               kantor. Namun karena kekuarangan modal, jadi saya memilih kerja di luar negeri"
               demikian imbuh Hernawati ketika ditanya tentang rencananya ketika tiba di
               kampung halaman. Dengan berbekal gaji selama dua tahun, kini Hernawati bertekad
               melanjutkan usahanya bahkan, menurut dia, suaminya pun akan ikut buka usaha
               cukur rambut. (Rilis).





                                                      Page 104 of 223.
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110